warung

Terik matahari mulai mendekati siang saat kukayuh sepeda melintasi jalan raya. Seperti di banyak daerah yang baru berkembang, di kiri-kanan jalan kulihat bangunan-bangunan pertokoan yang diselingi lahan kosong, lahan ngangur tempat pedagang kaki lima mencari peluang membuka warung, berebut ruang kota, berjuang dan bersaing bisnis dengan pertokoan. Di antara warung yang mengisi lahan itu kulihat… Lanjutkan membaca warung

de’desa

|Aku mengambil nafas sejenak di jalan yang mulai menanjak; memesan kopi lalu duduk di bangku warung pinggir jalan yang hanya sesekali dilewati kendaraan. Sudah pukul tujuh, tapi hawa seperti subuh. Aku tarik zipper jaket, dan keseduh secangkir kopi. Sebelum melanjutkan perjalanan, kembali kulihat instagram yang menampilkan foto potongan surga; mengalir sungai-sungai di bawahnya. 1.Marcella Frank… Lanjutkan membaca de’desa