rempah rumah karya

Kau pasti sulit untuk percaya jika kuceritakan bahwa bangunan ini disusun dari bahan-bahan yang terbuang, yang remeh, dan yang tak bisa disusun rata. Bahasa gaulnya; Rustic-material bekas.

sang arsitek paulus mintarga menamai bangunan ini seperti nama salah satu jenis bumbu masakan yang di masa lalu menjadi satu komoditas magnet yang menarik ekspedisi dagang maritime dari Negara-negara barat ke Indonesia. Rempah rumah karya, paulus menamainya, bangunan yang kelak menjadi bengkel kerja setelah sebelumnya direncanakan sebagai gudang material dari kantor tim 3 solo, kantor yang menangani bidang arsitektur, interior, struktur, dan ME.

Latar belakang pendidikan paulus mintarga sendiri bisa dibilang unik untuk di indonesia, ia adalah seorang insinyur tekni sipil yang memiliki ketertarikan besar dengan arsitektur. Dalam wawancara ruang17 ia bercerita; karena minat dan berkenalan dengan beberapa arsitek, ya jadinya terlibat juga dalam obrolan dengan temen-teman arsitek tersebut dan juga buka-buka beberapa buku arsitektur, kadang sempat pula ikut teman-teman arsitek ‘studi banding’ ke Negara-negara lain. mulanya idris samad yang meng ‘encourage’ untuk belajar arsitektur dan dalam perkembangannya mas mamo ‘kuat sekali’ dalam obrolan konsepnya, menurut saya, dia ‘istimewa’, aset nasional dalam arsitektur yg ber ‘jati diri’ .

dengan pengetahuan struktur yang lebih siap, tak heran jika kemudian ia berani  bermain dengan kegagalan. tanpa keinginan membuat-buat bentuk, ia kemudian mengikuti kemauan bahan dengan merangkai batang-batang baja bekas dengan berbagai ukuran yang dijadikannya sebagai rangka utama, bambu sebagai penyangga pada lapisan dasar atap dan plat lantai, styrofrom sebagai pengganti tulangan plat lantai, sak semen yang dicat aspal dan ijuk sebagai material alternatif pada atap. jendela bekas tak terpakai, bata sisa, dan kayu-kayu bekas dengan berbagai ukuran yang dikreasikan menjadi mozaik pada kulit bangunan akan membuatmu sedikit percaya kalau bangunan ini tersusun dari bahan yang terbuang, yang remeh, dan yang tak bisa disusun rata. Jenius, baginya, mungkin adalah kemustahilan membuat.

Berdiri mengambil jarak dari bangunan dengan tinggi tiga lantai ini, Saya bayangkan, mungkin setelah semua itu tersusun, ia kemudian berpikir untuk mengkondisikan suhu panas di tergalmulyo, solo, tempat bangunan ini berada.

Yang ia lakukan adalah menyelipkan keran air pada beberapa titik bagian atap sebagai ‘hujan buatan’, jurus yang sama persis diterapkannya pada hotel turi.  Juga menyelipkan kolam panjang di antara dua bangunan yang memunculkan suara gemericik air yang, tak hanya suhu, tapi juga pelan-pelan menyejukkan suasana hati.

Suatu waktu, jika melihat langsung, kau mungkin mulai bisa percaya ceritaku. Pada sepasang bangunan kembar yang menyerupai sayap burung, dan separuh payung yang tak tuntas, saya bercerita dengan sejujur-jujurnya.

🙂

-ruang dalam-


-ruang dalam-


-fasad samping-

-fasad samping-

-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-

-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-

-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-

2 thoughts on “rempah rumah karya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s