gudang tembakau

gudang tembakau

foto by; reza s

 

 

melihat foto-foto gudang tembakau ini, bagi saya seperti membaca teka-teki yang berhubungan dengan sejarah dan budaya bangsa. di dalamnya tersimpan rahasia yang jawabannya tetap dan pasti. kita hanya bisa bertanya, menduga, mengambil kesimpulan lalu kembali bertanya. setiap pertanyaan dan jawaban menyembunyikan rahasia dan menumbuhkan keasyikan, tapi juga ketegangan yang semakin bertambah hingga kita tak lagi yakin dengan apa yang kita temukan.

 

 

Berjalan menuju jember, melewati jalan di sekitar sawah-sawah, kita akan sangat mungkin menemukan deretan gudang tembakau dari konstruksi bambu yang ‘wah’. Jika tak menemukan, satu jawaban sudah siap menunggumu;

ya,benar,bangunan itu akan selalu muncul dan hilang seiring dengan masa panen tembakau, itu hanya dipakai waktu panen tembakau, tempat menampung dan mengolah sementara sebelum dikirim

Tapi gudang ini akan segera menjelma misteri dengan jawaban yang tak akan pernah kita tahu, atau sebuah teka-teki di mana ia adalah rahasia yang memiliki jawaban yang tetap dan pasti. Maka, tak heran jika saya menemukan sebuah pertanyaan;

di daerah klaten strukturnya juga mirip. sepertinya sejak jaman belanda dibuat begitu. masuk vernakular atau karya insinyur belanda ya ?”

Di sini, kita akan membaca ulang bangunan dari catatan sejarah. Tentang gudang tembakau, juga bangunan lainnya. Kita hanya bisa membaca lagi, menafsikan lagi, dan belajar kembali. Setelah itu, kita akan bertemu dengan misteri lain, teka-teki lain, ruang-ruang lain yang tak akan pernah selesai…

 

 

🙂

3 thoughts on “gudang tembakau

  1. och

    tinggi juga ya,,saya pernah berkunjung yg d klaten,ternyata memang dibuat tinggi untuk menumpuk (atau digantung?)tembakau sambil diangin2-in.

    Balas
  2. dianABS

    ada yg bisa dicontoh dari gudang tembakau, struktur bambunya pada kaki-kakinya (mungkin blm diunggah gambarnya atau blm terfoto) dilumuri kapur untuk membuat bambu lebih awet.

    Balas
  3. Tavip Kurniadi Mustafa

    Kalau di Deli bangunan ini disebut Bangsal Tembakau. Struktur utamanya bukan dari bambu tapi dari kayu jati bulat yang sengaja ditanam untuk itu. Mungkin dulunya dibuat dari bambu juga, tetapi di Deli setiap tahun ada angin kencang dari arah pengunungan Leuser didaerah Bahorok (disebut angin Bahorok) yang sering merobohkan bangunan ini sehingga diganti dengan kayu jati dan bangunan ini dibuat memanjang kearah angin datang yaitu kearah barat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s