rampakasli

di tanggal 3 januari 2011, sebermula sebagai pemegang buku yang diberikan oleh hafiz, di bandung, dengan cepat saya mengetahui; ada satu jalan untuk mengetahui rampakasli yang ketika itu -sebagai penggerak- mengeluarkan buku FOOTPRINT-architectural design documentation institut teknologi bandung 2009/2010. sebuah buku kompilasi tugas studio mahasiswa arsitektur alur desain angkatan 2009, pada sekolah arsitektur, perancangan dan pengembangan kebijakan (SAPPK) ITB.

ketika selesai setengah jam berjalan -melewati dago malam hari, melihat wajah FO GILA! dan pohon yang membisu- saya kemudian sampai ke satu rumah agak jauh dari tepi jalan, di sekitarnya; tak ada deru mobil, hanya sesekali motor melintas, dan suara air mengaliri kali yang tak berisik. dengan diam-diam, saya mengagumi tempat ini. apa yang sebenarnya hendak didapat? kebahagiaan?dalam hati, saya menjawab “aroma daun basah, juga suara air mengalir adalah bagian dari surga yang hampir hilang” lebay? entahlah… bagi yang tak percaya,lupakan saja detail itu.

rumah ini agak lengang tampaknya, tapi agak di bagian dalam tampak tiga orang pemuda. saya pun ke dalam, duduk, membakar rokok, ngobrol.

-ngobrol bareng rampakasli –dari kiri; edy subangkit, Michael lengkey, darman, hafiz amirrol. (minus firmanirmansyah)-

 

bagaimana awal mula rampakasli?

duduk ngobrol di ngopdul; waktu itu sedang mengerjakan sayembara lahan terlantar IAI publik space yang ketika itu sarah ginting menjadi pemenang pertama. edy menambahkan; nama ʻrampakasliʼ dari bahasa daerah sunda; rampak-ra ma pak, tapi aslinya itu adalah inisial dari nama empat anggota kami; hafiz amirrol, edy subangkit, michael lengkey, firman irmansyah. dengan mengambil inisial dari nama empat orang tersebut, maka tercetus sebuah nama;rampakasli.

selain dari itu juga kami adalah teman sekampus di S2 ITB, yang bersama teman-teman membuka wacana, membuat event; video sharing, kuliah tamu,dan sebagai penggerak teman-teman S2 ITB membuat buku FOOTPRINT -sebuah buku kompilasi tugas studio mahasiswa.

-mac hafiz sempat menjadi korban -VGAnya rusak- sewaktu proses pembuatan buku foot print-

bisa cerita mengenai proses pembuatan buku footprint?

prosesnya memakan waktu 4 bulan; mengumpulkan bahan, edit, pencairan dana, hingga cetak. tahap pengumpulan bahan menjadi lancar berkat kerjasama yang baik di antara teman-teman S2 ITB, lalu demikian juga pada tahap editing tulisan yang dikerjakan oleh teman kami di S2 ITB, kemudian (nah, ini!) pencarian dana yang berjalan ribet dengan urusan prosedur birokrasi kampus,dan akhirnya tahap cetak, edy menambahkan; “penerbit kami menggunakan penerbit ITB karena kami berangkat dari ITB”

namun, usaha membuat buku tak cuma berakhir di situ. pada tahap berikutnya kami menjualnya dan beberapa diberikan secara gratis -part of marketing- kepada mereka yang aktif di komunitas arsitektur. buku ini juga sudah berhasil terjual ke luar negeri; jerman dan london, melalui pemesanan via email, memberikan nomor rekening dan bermodal rasa saling percaya. michael menambahkan-dengan nada bercanda; “dan kita memang orang yang bisa dipercaya”

semua karya mahasiswa masuk di buku footprint?

ya, sebanyak 72 karya dari total keseluruhan mahasiswa yang berjumlah 18. tiap mahasiswa memasukkan 4 karya dari hasil 4 project studio.

kendala muncul ketika beberapa gambar hasil project studio hilang, mungkin ini juga menjadi alasan pentingnya dokumentasi dalam bentuk buku -foot print- yang juga dapat menjadi semacam portfolio bagi teman-teman S2.

Hafiz menambahkan; kami juga membuat ʻmanual footprintʼ, semacam diktat panduan dokumentasi karya. harapannya, dengan adanya manual footprint tersebut, angkatan setelah kami -juga teman yang lain- dapat meneruskan, dan menjadi tradisi dokumentasi karya di lingkungan akademik. semoga menginspirasi.🙂

—–

-suasana ruang pameran yang kemudian diberi nama; the painting garage -ruang pameran yang sebelumnya merupakan garasi rumah.-

Pada tanggal 30 desember 2010 kemarin, rampakasli baru saja selesai menyelenggarakan event pameran solo sabri idrus -mufakat- yang merupakan bagian dari ekspresi sabri idrus yang lahir dari pengamatan beliau terhadap hidup bermasyarakat di kampung-kampung di kota bandung.

Pameran berlangsung di ruang yang sebelumnya merupakan sebuah garasi dari rumah kontrakan rampakasli. sebuah langkah untuk mendekatkan seni kepada masyarakat, garasi pun dirubah -yang dikerjakan bersama dengan beberapa masyarakat setempat- menjadi sebuah ruang pamer yang juga dapat berfungsi sebagai ruang diskusi jika nantinya akan diadakan event yang berbeda.

—–

-suasana studio rampakasli-

project yang sedang dikerjakan?

saat ini kami sedang mengerjakan project buku arsitek baskoro tedjo, sebuah buku kumpulan karya -sayembara dan real project- dari sang arsitek, juga terdapat beberapa tulisan beliau. di buku ini kami juga ʻditantangʼ untuk membuat tulisan berdasarkan video presentasi beliau. jadi semacam project kolaborasi.

kalau boleh beri bocoran, keluarnya kapan?

yaa… semoga april atau mei tahun ini bisa rampung.

🙂

5 thoughts on “rampakasli

  1. Hafiz

    harga buku footprints 150.000, bisa dibeli di perpustakaan SAPPK ITB, Toko Buku Galeri Soemardja FSRD ITB, Rumah Buku Hegarmanah atau di Selasar Sunaryo..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s