“HERITAGE CULTURE – MARI KITA SELAMATKAN DENGAN BERBELANJA DISANA..”

by: Deddy Wahjudi dan team LABO

“Membicarakan pelestarian bangunan heritage tak selalu tentang kondisi fisiknya semata, tetapi juga dari fungsi di dalamnya, danbagaimana kita ikut menggunakannya. Toko-toko lama yang pernah populer pada masanya telah menjadi penanda dan memilikisejarah tersendiri dalam kota. Ada pengalaman-pengalaman personal, tentang bagaimana sang pemilik meneruskan usahanyasecara terus menerus kepada generasi selanjutnya, rasa kekeluargaan yang terasa saat berbelanja, dan bagaimana toko ini telahmemberi makna bagi ruang di sekitarnya. Di tengah gencarnya retail-retail yang bertebaran, toko-toko ini masih tetap bertahan”.

TOKO ENGSENG

JL. JAPATI 022-2500925

Ibu Fani (Generasi ke-2). Berdiri sekitar 1938. Buka 06.30 – 21.00

Ada yg menarik dari toko yg terletak di jalan japati ini, berada di hook sehingga muka bangunannya bisa dinikmati dari arah yg luas, selain komposisi bentuk atap yg khas dan pedestrian yg cukup besar yang dimanfaatkan sebagai ruang duduk-duduk pengunjung toko.

Bangunan yang berdiri pada tahun 1938 ini beralih fungsi menjadi toko pada tahun 1945. Secarabentuk dan fisik bangunan keseluruhan tidak ada yang berubah dari toko Engseng, hanya mengganti pintu toko dan warna bangunan dengan alasan maintenance.Di Toko Engseng ada beberapa produk yg tak kita jumpai di tempat lain, seperti jarum jahit ygkhas, Gibs (pasta gigi) dan bedak Vinolia yang banyak dicari para kolektor benda klasik,menjadikan Toko Engseng sebagai museum bagi beberapa produk langka ini.

TOKO FOET

JL. RAMA NO. IIA 022-6013993

Ibu Yeni (Generasi ke-2). Berdiri Sekitar 1934. Buka 09.00-21.00

Beroperasi sejak tahun 1934 dengan nama ‘Toko Foet’. Toko ini menjual aneka makanan dankebutuhan sehari-hari, dan masih ada beberapa produk lama yang bertahan di toko ini seperti bedak Kelly, Urang aring, lilin Cap Kelinci dan berbagai makanan ringan khas sunda.Yang menarik, bangunan ini terletak di hook jalan dan kembar dengan bangunan di sebrangjalannya, terlihat seperti gapura yang mengapit jalan diantaranya.

Sang pemilik mengeksten bangunan ke belakang toko yang berfungsi sebagai rumah dan dapur. Selain itu menambah pagar yang tadinya hanya ditanam tanaman kembang sepatu saja. Bentuk fisik Toko masih orisinil 100%, Laci dan rak-rak meja, alat timbangan, pintu, ubin, kusen yang tidak kita dijumpai di tempat lain, plafon & keler-keler kue yg masih apik terjaga dengan baik di Toko ini.

PASAR CILAKI – GEMINI HEALTH CATHERING

JL. CILAKI NO. 9022-73458282

Ibu Maria F. Sidharta (Generasi ke-3). Berdiri sekitar 1950an. Buka 10.00-17.00

Toko yg bergerak dalam bidang katering ini pernah di jadikan tempat pengambilan gambar film ‘Obama Anak Menteng’. Berlokasi di Pasar Cilaki dan pemiliknya ingin mengembangkan usahanya bersama-sama dengan tetangga dengan maksuduntuk lebih menghidupkan kembali Pasar Cilaki. Karena menurut sang pemilik, di Pasar Cilaki saat ini sangat sepi apabila menjelang sore, padahal tempat ini dinilai sangat berpotensi untuk banyak dikunjungi orang sebagai tempat destinasi, tepatdi depannya terdapat lapangan olahraga yang sekaligus berfungi sebagai taman yang dapat mendukung fungsi Pasar Cilaki ini selain bangunan pasarnya yang khas.

PASAR CILAKI – TOKO TENGAH

JL.CILAKI NO.7

Ibu Samuel (Generasi ke-2). Berdiri sekitar 1950an. Buka 06.00-16.30

“Sebenarnya saya tidak memberi nama toko saya, masyarakat sendirilah yg memberi toko ini dengan nama Toko Tengah” UjarIbu Samuel sang pemilik Toko.

Pemberian nama Toko Tengah, mungkin dulunya Toko ini terletak ditengah dari 3 toko yang berada di pasar Cilaki (sekarang TokoTengah adalah satu-satunya). Memulai usaha nya dengan hanya menjual minyak tanah, sayuran dan kemudian warung. Sang pemilik sangat mengeluhkan tentang banyaknya mini market yang akhir-akhir ini mulai masuk ke gang-gang , dan mini market tidak susah untuk mendapatkan pelanggan tentunya. Berbedadengan toko-toko seperti Toko Tengah ini, tidak gampang untuk mendapatkan pelanggan tetap, butuh waktu untuk mendapatkannya, justru akulturasi budaya hanya didapat dipasar atau toko-toko seperti ini, masyarakat saling bersentuhan, bersosial.

 

-Pak Deddy Wahjudi dan team LABO kemudian melampirkan beberapa daftar (foto) toko untuk mengiringi toko-toko di atas. terima kasih yang tulus untuk Pak Deddy Wahjudi dan team LABO-

 

TOKO CAIRO

JL. MANGGA NO.26 , BANDUNG. 022-7271364

Ibu Magraret Calista (generasi ke 2). Berdiri sekitar 1946. Buka 07.30-19.30.

 


TOKO DJAWA

JL. BRAGA NO.79 , BANDUNG. 022-4231087

Ibu Tung (generasi ke 2). Berdiri sekitar 1955. Buka 08.00-19.00



 

TOKO PERSEGI

JL. PASIKALIKI NO.79 , BANDUNG. 022-6011323

Ibu Sandra. Berdiri sekitar 1939. Buka 07.00-20.30




TOKO CAHAYA

JL. GEMPOL NO.1 , BANDUNG. 022-423811

Ibu Yuli (generasi ke 2). Berdiri sekitar 1930an. Buka 07.00-19.30




Mari kita selamatkan dengan berbelanja di sana…

🙂

 

6 thoughts on ““HERITAGE CULTURE – MARI KITA SELAMATKAN DENGAN BERBELANJA DISANA..”

  1. Ping balik: Tweets that mention “HERITAGE CULTURE – MARI KITA SELAMATKAN DENGAN BERBELANJA DISANA..” « ↓ -- Topsy.com

  2. silvana ana

    Ternyata masih ada ya di Bandung toko2 antik spt itu….ckckckckck….nggak kebayang….salut saya….belum lagi toko2 roti & kue, resto2 antik di Bandung masih ada sampai sekarang….salut….

    Balas
  3. deddy wahjudi

    Salut sama yang memilikinya… yang terus menghidupkan kegiatan jual-beli “++” di dalamnya… sambil merawat bangunannya… salut dengan tetangga/pelanggan setia sehingga toko2 ini masih bisa eksis… salut dengan kita semua yang punya perhatian kepadanya… “mari kita belanja di sana”.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s