Bercermin ke langit

Bercermin ke langit

(kutipan konsep rancangan kompetisi museum tsunami atjeh)

Langit hanya menampung semua kenangan kehidupan yang menguap, kadang ia mencurahkan kembali dalam hujan pelajaran hidup… mungkin kita tidak pernah berhak atau tidak akan sanggup membuat penilaian atas semua kejadian… mungkin kita hanya perlu bercermin kembali padanya…

Ada hal-hal lain yang disampaikan menanggapi TOR… masih banyak hal yang harus dikerjakan, perlukah membangun museum seharga 70 miliar rupiah? Jika perlu, haruskah sekarang? Jika harus, perlukah sebesar itu? Mungkin cukup membangun memorial place saja? Sisanya untuk lebih banyak sekolah atau puskesmas dan sebagainya di pelosok…

Ini adalah tempat yang takluk pada alam, ingin tegar seperti candi… cahaya dan air menguasai kondisi gelap-terang dan kering-lembabnya… hanya seperti gunduk sekaligus bentukan yang asing… ada kilasan ingatan akan sebuah kebijakan lokal “ larilah ke tempat-tempat tinggi jika laut menyurut tiba-tiba”…

Tidaklah terlalu penting lagi ketika museum bukan terjadi dari sesuatu keharusan… entah hendak menawarkan kenangan, tetapi mungkin kenangan itu tetap saja pahit bagi sebagian orang… atau keresahan hendak menunjukkan monumen kemanusiaan, walau kerja itu tetap bermakna dalam persembunyian… atau kebingungan memaksakan diri menunjukkan suatu budaya, sementara dalam keseharian tidak lagi meresapi kehidupan… sebuah ‘ketiadaan’ barangkali akan netral, membebaskan dari semua keinginan dan tekanan untuk menunjukkan sesuatu… dengan itu kita memaknai semua yang sudah terjadi dan yang akan terjadi…

Mungkin hanya langit yang bisa mengetahui seluruh rangkaian kejadian hidup… atau hanya puisi yang masih sanggup bercerita akan suatu tempat, dimana kehidupan bercermin kembali.

Adi purnomo

One thought on “Bercermin ke langit

  1. grenaldy

    ah, saya pernah lihat ini waktu dipamerin di unpar beberapa tahun lalu. waktu itu saya tingkat 1dan saya sulit memahami konsepnya (namun mengagumi). dan sekarang tahun ke 4 saya mulai memahami (namun masih sulit) dan tentunya tetap mengagumi.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s