kantor studio Djaduk Ferianto

Arsitektur-tradisional-bagaimana caranya ia bertahan? Apakah hanya cukup dengan memainkan ulang bentuk dari masa ke masa? Begitulah, improvisasi memang diperlukan, tapi tidakkah arsitektur perlu mengeduk sumber-sumber inspirasi baru?

seorang arsitek dan juga seniman yogya, eko prawoto, yang tak hanya memainkan ulang tapi juga menciptakan repertoar dengan standar yang barangkali melebihi repertoar -yang katanya- ‘klasik’. Ia menggali kembali dari akar arsitektur-tradisonal, yakni tradisi, dan melahirkan arsitektur kontemporer yang mengukuhkan keunggulan arsitektur kerakyatan sebagai bentuk arsitektur yang unik, personal, dan energik. Baginya, konteks sangat diperlukan.

arsitektur bukanlah suatu entitas lepas yang berawal dan berakhir pada dirinya sendiri. keberadaannya haruslah memberikan dampak positif serta terjalin harmonis dalam kesatuan juga kebersamaan secara sosial,budaya dan lingkungan” –eko prawoto-

Sebut saja, kantor Studio Djaduk ferianto, yang luar dan dalam ruang seperti selalu hadir menjadi satu bagian dari bangunan ketika berada di dalamnya. Jarak antara manusia dan alam-tuhan-memang punya pesonanya sendiri. dan sepertinya, pak eko prawoto tahu betul bagaimana ia harus bersikap terhadap site disekitar yang masih alami, transparansi material kaca dihadirkan sebagai jalan menghubungkan kedua hal tadi; manusia-alam. berada di kantor studio ini membuat saya seperti mendengarkan degup jantung sendiri; yang selalu ada sela. tapi dalam kekosongan; menggetarkan, mengerikan, mengagumkan, dan selalu membuat kita terhibur.

Sepertinya itu sebabnya yang membuat alam kemudian dimasukkan dalam suasana, agar kita tidak kehilangan pesona dunia yang sering kali membuat kita takjub; kicau burung, suara dedaunan yang tertiup angin, warna fajar, bayangan dedaunan juga ranting yang turun menyentuh tanah, dan seterusnya, hingga kita dibuat percaya bahwa ruang adalah kekosongan, hutan adalah kesunyian, dan alam adalah inspirasi.

suasana ruang dalam

lubang udara🙂

mengalah pada yang lebih dulu ada🙂

semangat tukang mengartikulasikan bahan pabrikasi agar tak terkesan mati🙂

2 thoughts on “kantor studio Djaduk Ferianto

  1. novi

    aku cuma mau menggaris bawahi apa yang kamu tulis, tentang menggali arsitektur-tradisional yakni tradisi dan melahirkan arsitektur kontemporer.
    menurutku melihat ulang tradisi (kultur) bukan pada replika tapi pada nilai yang ada di dalam tradisi(kultur). kemudian nilai tersebut dimaknai kembali dan di bawa ke
    ‘kini”an dan dikaitkan dengan konteks , mungkin ini yang disebut arsitektur kontemporer?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s