wawancara bersama bapak Singgih Susilo Kartono

bisa sedikit cerita awal mula radio magno?
awalnya dari tugas akhir kuliah desain produk tahun 1992 di ITB. versi yang saya produksi telah saya redesign lagi dari versi di tugas akhir. produksi baru terealisasi tahun 2005, karena kesulitan mendapatkan supplier kit elektronik. produksi berjalan setelah Panasonic Indonesia bersedia mensuplai kit elektronik.

alasan bapak lebih dulu memasarkan radio magno keluar indonesia?
saya sebenarnya orang yg tidak pernah berstrategi, saya menjalankan bisnis lebih banyak dengan intuisi. dari awal memang saya menjadikan pasar ekspor menjadi tujuan pemasaran, karena pasar ekspor memiliki persyaratan2 yang mendorong produsen untuk mencapai kualifikasi mutu tertentu. saya juga ingin melalui karya saya menjadikan produk kayu indonesia menjadi salah satu icon design dunia. hehe malu saja dengan negeri yg kaya akan kayu ini.

apa desain magno bergantung pada pasar?
saya tidak pernah mendesain berdasarkan pasar, saya tidak pernah melakukan riset pasar. selain tidak mampu, menurut saya riset pasar itu koq nggak benar ya… bayangkan jika pasar itu anak kita sendiri, kita melakukan riset ttg apa yg diingini anak kita dan kemudian kita penuhi keinginan anak tsb. saya pikir, hal tersebut yg justru membuat kehidupan makin runyam. kalau mau riset, jangan hanya riset pasar, tetapi riset yg lebih holistik, sehingga akhirnya kita bisa mengetahui apa yg sesungguhnya baik, positif, konstruktif bagi kehidupan… bisa jadi sebuah produk yang dilahirkan sangat berbeda dengan ‘what market wants’, tetapi sangat konstruktif untuk kehidupan… apakah produk ini akan ‘laku’ dipasar? memang bisa tidak laku kalau kita hanya menggunakan cara konvensional-tradisional untuk memasarkan produk tsb (semua upaya bujuk-rayu agar orang mau beli). namun hampir semua produsen lupa akan peran edukasi masyarakat yg menjadi tanggung jawab mereka. saya yakin jika mereka melakukan dengan sepenuh hati tugas edukasi dan membuang strategi bujuk-rayu-tipu konsumen, mereka akan sukses dan memiliki konsumen yg loyal. hehe tetapi harus disadari, hal tersebut membutuhkan upaya keras dan perjuangan bertahun2.

arti kreatifitas bagi bapak?
wah apa ya? menurut saya yg terpenting ketika kita bicara ttg kreatifitas adalah bahwa kreatifitas merupakan salah satu hal penting yg membedakan manusia dengan mahluk lain. kreatifitas manusia lah yg menjadikan saya sekarang ini bisa menjawab questioner anda dengan komputer dan mengirim jawaban melalui facebook… juga semua hal-hal bendawi dan non bendawi yg ada didunia adalah wujud dr kreatifitas manusia. manusia hidup dengan cara sangat berbeda dari mahluk lain, juga karena kreatifitas yg dimiliki.
pada satu sisi sangat positif, namun pada sisi lain bisa sangat negatif. binatang dan tumbuhan yg tidak kreatif samasekali, mereka adalah mahluk paling eco-friendly di bumi ini, mereka tidak pernah menghasilkan polusi, semua kotoran dan emisi yg dihasilkan bisa diproses kembali oleh alam. menurut saya, sekarang saatnya kita memikirkan kembali ttg kreatifitas setelah kita bisa melihat bahwa pada sisi lain, kreatifitas juga bisa menghancurkan kehidupan…
menurut saya, kita harus mendasari kreatifitas dengan wisdom, agar kita bisa menyadari sisi positif dan negatifnya, tidak hanya sekedar berkarya.

desain radio magno terbilang tidak banyak, mengapa?
ngapain juga bikin terlalu banyak desain, desain itu sebenarnya juga akan menjadi sampah. jadi sesedikit kita menghasilkan desain, akan semakin sedikit sampah yg tercipta juta. menurut saya bukan dr jumlahnya, tetapi yg terpenting dr sebuah desain adalah kualitasnya.

desain radio magno terbilang simpel, bahkan (ada satu desain) tanpa grafik FM seperti radio pada umumnya, bisa dijelaskan?
idenya untuk membangun kembali hubungan yg lebih baik antara produk dan usernya. ada kecenderungan yg tidak baik ketika teknologi makin canggih dan pasar menyediakan pilihan dan pergantian type yg demikian cepat dan masif. hubungan semakin berjarak, produk benar-benar menjadi object pelayan manusia, dan ada kecenderungan pola pakai buang yg semakin parah. ini akan menjerumuskan peradaban ke kehancuran… menjadikan manusia semakin tolol dan kehilangan nurani…
saya membuat produk dengan semangat edukasi, bagaimana user harus melatih feeling dia untuk menemukan station radio tanpa panduan skala gelombang, mengenali semua bagian dengan cara lebih intuitif (saya menghapus hampir semua graphics), bagaimana mereka lebih berhati-hati (bisa pecah karena jatuh), mereka juga harus menjaga kebersihan.. dll. apa yg akan muncul kemudian? yg muncul adalah relasi emosional antara produk dan pemakainya. saya orang yg percaya bhw produk itu bukan object, dia juga mahluk dan bereaksi atas aksi yg kita berikan. manusia yg terpelihara kepekaannya akan bisa merasakan fenomena yang sangat halus ini.

desain radio magno menggunakan material kayu, alasan penggunaan material kayu? dampak terhadap lingkungan?
kayu merupakan material yang luar biasa, di kayu kita bisa menemukan 3 hal utama, yaitu hidup, keseimbangan, dan batas. Kayu merupakan material yg soulful, saya yakin tiap orang memiliki perasaan spt itu. kayu juga mengajarkan kita tentang keseimbangan. kalau kita cermati, material kayu merupakan perpaduan harmonis antara 2 hal yg kontradiktif (keras-halus, kuat-lemah dsb). kayu juga mengajarkan tentang batas, karena sekuat apapun kayu, dia akan hancur juga oleh alam. kayu itu perfect cause of its imperfectness…
—-
saya juga terbebani dengan kenyataan bahwa saya lahir di negara penghasil kayu, yg saya lihat pemanfaatannya sangat tidak bijaksana. lebih banyak dijual sebagai bahan, bukan produk. nilai tambah yang kita dapat rendah, selain kerusakan hutan semakin meluas. lebih menyedihkan lagi karena hampir tidak ada produk kayu karya bangsa Indonesia yang mendunia. sebagai desainer produk saya merasa memiliki ‘kewajiban’ untuk melahirkan produk kayu yang bisa menjadi ikon desain dunia.
—-
penggunaan kayu yang berlebihan memang berpotensi merusak alam. saya menerapkan 2 prinsip dasar dalam berproduksi dengan material kayu. less wood more works, yaitu menggunakan kayu seminimal mungkin namun bisa memberikan lapangan kerja sebanyak mungkin. Sistem produksi craft dan high design product memberikan peluang tersebut. Dalam 1 tahun kami hanya menebang 2 pohon untuk tiap perajin yg bekerja diperusahaan kami. kemudian prinsip yang kedua adalah ‘cut less plant more’. kami membagikan bibit gratis ke masyarakat minimal 8000 pohon setiap tahun untuk ditanam dilahan masyarakat dan kami melakukan pembinaan ban kontrol pada tanaman yang kami bagikan. jadi, penggunaan material kayu yang baik justru bisa menciptakan hutan baru.

ruang penyimpanan material kayu di pabrik radio magno

material kayu radio magno

arti arsitektur bagi bapak?
desain dan arsitektur menurut saya sesuatu hal yang sama, dengan obyek garapan yang berbeda. kedua bidang ini juga menghadapi permasalahan dasar yang sama, dalam desain kami sering terjebak untuk menciptakan ‘produk’ dalam arsitektur pada ‘bangunan’. semestinya kita harus menempatkan produk dan bangunan bukan sebagai tujuan, tetapi sebuah alat atau fasilitas untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. dan menurut saya sudah saatnya kita kita meninggalkan pendekatan ‘manusia sebagai pusat’, kita harus menempatkan kelestarian dan keseimbangan alam sebagai pijakan paling dasar, manusia menjadi bagian didalamnya.

pabrik radio magno

ruang kerja pak singgih

WOW.. brit insurance product award

terakhir, bisa sedikit cerita tentang konsep pabrik radio magno yang bapak rancang?
mendesain ‘produk’ dengan volume yang besar sesungguhnya merupakan keterbatasan saya (oleh karena itu saya hanya membuat produk yg berukuran kecil). namun karena keterbatasan biaya (saya tidak mampu membayar tenaga arsitek waktu itu) saya kemudian mendesain bangunan workshop Magno dengan cara yang saya bisa. saya ingin membuat bangunan yang tidak memiliki kesan ‘pabrik’, saya ingin bangunan yang memiliki kesan ‘rumah’. saya menyadari semua perajin dan saya sendiri bekerja minimal 7 jam sehari, 6 hari seminggu. sebuah waktu yang panjang untuk membagi hidup kami dalam periode ‘pabrik’ dan periode ‘rumah’. saya ingin lebih menyatukannya menjadi ‘rumah ke-1’ dan ‘rumah ke-2’. jadi workshop ini saya harapkan menjadi 2nd home bagi kami yang berkativitas didalamnya. saya memilih bata ekspos dan lantai multi level serta banyak bukaan. bukaan yang banyak selain untuk memperbaiki kualitas pencahayaan juga saya menginginkan ruang dimana kita bisa melihat semua aktivitas didalamnya. saya juga ingin tiap pekerja bisa menikmati pemandangan di luar, sebaliknya orang luar juga bisa melihat apa aktivitas di dalam. waktu saya masih kecil, saya paling betah menunggui para tukang kayu bekerja. saya juga ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak disekitar untuk melihat (dari luar jendela) proses produksi berjalan.
Di sekeliling workshop saya membangun tempat untuk pembibitan pohon. bibit inilah yang kemudian dibagikan ke masyarakat. para perajin kami libatkan dalam aktivitas ini agar mereka memiliki hubungan emosional yang erat dengan material yang menghidupi mereka.

suasana kerja di pabrik radio magno

radio magno🙂

4 thoughts on “wawancara bersama bapak Singgih Susilo Kartono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s