Barefoot Architecture Competition 2009

Barefoot Architecture Competition 2009

Medical & Learning center – Urban Farming Concept

Sayembara yang diadakan oleh jurusan arsitektur Universitas Tarumanegara ini diadakan sekitar awal 2009 dengan tema Barefoot Architecture dengan membangun sebuah balai kesehatan dan balai pendidikan.  Tapak berada pada daerah kumuh padat penduduk di bantaran sungai tiram jakarta utara,  luasan tapak cukup kecil namun terdapat permintaan 3 fungsi yang diharapkan dapat ditampung di tapak tersebut.

Flexible Room

Permintaan dari pihak yayasan menginkan terdapat 3 fungsi berbeda pada 1 tapak antara lain fungsi TK pada hari senin hingga jumat pada siang hari lalu menjadi ruang serbaguna pada malam hari, balai pengobatan yang beroprasi hari selasa dan rabu, serta menjadi gereja kecil pada hari minggu.

Dengan permintaan ini serta keterbatasannya lahan perancang mencoba menyiasati dengan disain layout ruang yang fleskibel dengan dinding partisi yang dibuat dari bahan jerami dan sapu lidi yang dapat digeser serta bangku yang dapat dilipat sehingga dapat membuat 5 layout ruang yang berbeda.

Low tech

Penggunaan interior meja ketika ruangan digunakan sebagai TK dapat dipakai sebagai bangku pada saat gereja dan dapat dilipat saat membutuhkan ruangan serbaguna, open plan. Penggunaan papan kayu pada lantai bertujuan untuk tempat penyimpanan bangku sehingga ruang dapat fleksibel.

Unfinished and Low maintenance

Dinding batubata ekspose serta lantai ramp tanpa finishing penutup lantai dan penggunaan bambu sebagai rak tanaman menjadikan bangunan ini cukup murah.

Urban farming

Keberadaan tapak yang sangat kumuh serta kecenderungan tingkat kesehatan yang cukup rendah akibat tapak yang berada pada bantaran sungai menjadikan salah satu aspek pertimbangan disain. Konsep urban farming diaplikasikan pada disain pada bangunan ini pada sisi-sisinya dengan menggunakan pagar yang menjadi rak tanaman vertikal. Tanaman-tanaman yang ditanampun adalah tanaman obat yang dapat dipakai sehari-sehari.

Dengan ide untuk menanam secara vertikal ini diharapkan dapat menstimulasi pola pikir masyarakat sekitar sehingga dapat mengingkatkan kualitas hidup mereka kedepan dengan menerapkan konsep veritical farming tersebut pada tiap halamannya.

by:

Raden ahmad grenaldy

Cynta maharani

Tri chandra ariani

4 thoughts on “Barefoot Architecture Competition 2009

  1. Putra Perdana

    Saya suka desainnya dan konsepnya,
    Tapi saya bertanya-tanya, material bata ekspose dan dinding partisi jerami itu mudah dibersihkan kan? saya ingin menerapkan itu pada beberapa desain saya soalnya,
    Terus kalo lahannya deket sungai gitu ada yang harus dipertimbangkan gak ama kualitas bangunannya?

    Balas
  2. grenaldy

    @putra untuk bata eksprose mungkin harus ada treatment khusus, tidak bata biasa langsung dibiarkan terekspose. mungkin penerapannya bisa tanya yg lebih ahli hehe. kalo untuk deket sungai itu sebenarnya sama saja, mungkin hal yang perlu diperhatikan adalah banjir, maka dari itu bangunan ini diangkat dulu dan bagian bawah seluruhnya memakai beton terlebih dahulu. terimakasih🙂

    Balas
  3. grenaldy

    @ery kalo untuk lembab mungkin tidak karena sirkulasi udara masih sangat lancar sekali pak. kalo masalah jamur dan lainnya ya biarkan itu terjadi agar bangunan bisa mempunyai cerita🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s