Rumah Turi

Turi, dengan nama latin Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora adalah pohon kecil dengan pertumbuhan tinggi mencapai 10m dengan percabangan jarang, cabang mendatar, tajuk yang cenderung meninggi, daun menyirip ganda, mahkota bunga berwarna putih menyerupai tipe kupu-kupu khas faboidae, dan buah plong, menggantung.

Di indonesia, turi  terlanjur dikenal dengan nama-nama lokal; turi (Jawa Tengah), turi (Pasundan), toroi (Madura), tuwi, suri (Mongondow), uliango (Gorontalo), gorgogua (Buol), kayu jawa (Baree, Makasar), ajutaluma (Bugis), palawu (Bima), tanunu (Sumba), gala-gala (Timor), tun (Ternate, Tidore).

oleh paulus mintarga –arsitek rumah turi-, turi kemudian dipakai sebagai nama hotel; rumah turi.

Terletak di solo-jawa tengah, hotel ini merupakan bagian dari rentetan rumah pada kompleks perumahan yang telah ada sejak masyarakat mulai menerapkan style dalam rumah yang baru mereka bangun. Minimalis, modern, modern minimalis, hingga yang terasa kontradiktif; klasik modern. Lepas dari semua itu, paulus mintarga memilih cara yang berbeda. Arsitektur dan letaknya tak ingin mendamik dada ke sekitar rumah-rumah rakyat yang (beberapa) masih bersahajah. hanya ruang luar dan dalamnya yang lebih sejuk dengan sebuah pohon mangga besar yang hijaunya selalu menahan langit, perkerasannya terbuat dari susunan bata bekas sisa pembongkaran rumah lama, dinding skat teras ruang dalam adalah dinding tanaman yang tersusun dari puluhan pot-pot dengan beragam jenis tenaman obat-obatan, hujan buatan dari air sisa grey water yang ditampung-bersihkan pada kolam penampungan yang ditumbuhi oleh tanaman akar wangi, dan seterusnya. bangunan seperti tiada henti ingin mendaur ulang kembali segala yang masih bisa terpakai hingga pada material sisa potongan kayu yang digunakan kembali pada pintu-meja-lemari, dan sisa paku bekas yang dianyam-las-kembali pada pagar rumah.

Tak cukup dengan hotel, paulus mintarga kemudian memberikan jarak 6m dari bangunan hotel untuk kemudian menambahkan ruang Restaurant-perpustakaan. Dengan ini, hotel memberikan tempat bagi masyarakat untuk  berkumpul-diskusi, tidak ngawur. Pada akhirnya apa yang disebut rumah turi sebetulnya adalah sebuah rumah, tempat bagi pengunjung kota solo untuk sejenak berteduh. seperti layaknya sebuah pohon Turi yang dimanfaatkan sebagai peneduh jalan maupun pekarangan rumah, ia bisa mengisi ruang di antara rumah-rumah pada kompleks perumahan, meminimalkan kemungkinan pembangunan high rise di skala kota yang masih setinggi pohon. Pastilah ini sangat memikat, sebuah konsep hotel kota yang ditebar menjadi keping-keping rumah hotel pada masing-masing perumahan yang memiliki nilainya sendiri.

foto dari depan bangunan

Restaurant

teras kamar

-pewarna dinding menggunakan bata yang di tumbuk hingga halus kemudian dicampur dengan sejenis bahan yang mendukung untuk kemudian digunakan sebagai pewarna dinding-

view lt.2

tanaman akar wangi pada kolam penampungan grey water, air (yang tidak berbau) kemudian digunakan kembali untuk penyiraman tanaman dan juga sebagai hujan buatan pada pagi hari (mungkin waktunya bisa diatur sesuai keinginan)

bata bekas pembongkaran rumah lama di gunakan kembali pada daerah perkerasan taman

pagar menggunakan paku bekas

atap rumput sebagai budi daya tanaman hidroponik

8 thoughts on “Rumah Turi

  1. erik

    It’s nice journey @ Solo..
    I’m appreciate that “hommy style” seems humble..and it’s looks comfort too with putting greeny all around buildings.
    But the Questions are:
    1. How it’s looks like in the evening, night, or morning?
    2. The siteplans and the neighborhood in his circumstance are look likes too?

    Over all.. it’s looks nice design in hommy style..
    Salute!

    Balas
  2. erik

    Oh..ya, it’s amazing too..
    found that the way of thinking the planner and designer..to provide for all of us that continuosly energy eventhough in waste materials by re-use and re-cycling and it’s work..!
    Double tombs jack..!

    Regards,
    erik.

    Balas
  3. ruang17 Penulis Tulisan

    @ errik: (saya jawab dengan menggunakan bahasa indonesia)
    kalau ada waktu liburan, tidak ada salahnya liburan ke solo, entar mampir ke rumah turi… jawaban mungkin bisa ditemukan secara jelas ketika melihat secara langsung… maaf tidak bisa banyak bercerita… 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s