Juara 1 Sayembara Desain New Museum KAA/Gedung Merdeka

by: Deddy wahjudi dan team -LABO-

“Pesan perdamaian digaungkan Soekarno di gedung ini,

di luar tembok, setiap hari kita menjajah,bukan bangsa lain, namun lingkungan kita sendiri.

kita selalu mendiamkan penjajahan di depan mata,pencemaran udara,air,sampah,penghancuran bangunan-bangunan saksi sejarah,ruang publik,dan hak-hak orang lain.

sebelum menggaungkan perdamaian dunia, mari kita berdamai dengan alam ,lingkungan,dan masyarakat di sekitar kita.”

Mari membangkitkan kembali semangat jaman.

Ditengah penurunan vitalitas kawasan Braga, makna museum menghilang seiring dengan menghilangnya fungsi-fungsi penunjang museum di sekitarnya. Museum baru dibuat menyatu dengan lingkungan sekitar, multi entry, berinteraksi dengan masyarakat,sungai, jalur-jalur pedestrian, taman, dan memberi sekuen pengalaman diantara bangunan lama, bangunan baru, dan alam. Ia akan lebih terbuka, melebur dalam kehidupan kota sehari hari.

URBAN OASE

Penciptaan sebuah plaza dengan bermacam vegetasi khas jawa barat selain sebagai area resapan juga berfungsi sebagai simpul jalur pedestrian dan pusat orientasi sekaligus generator aktifitas.

IMAGE BRANDING

Feature street furniture yang khas akan menjadi brand image baru yang mengingatkan masyarakat tentang museum KAA. Di sini tiang tiang dengan fungsi lighting,pengarah,water cooling, akan menjadi introduction image saat memasuki museum

PENATAAN TAMAN DAN SUNGAI

Bantaran sungai Cikapundung akan difasilitasi dengan pengolahan sampah sederhana dan menjadi ruang hijau untuk mengembalikan keseimbangan ekologi dan menerus masuk ke dalam plasa, menyatu pada atap-atap hijau bangunan baru

PENATAAN FUNGSI BANGUNAN DAN LINKAGE

Fungsi-fungsi bangunan pada kompleks Museum KAA akan diprioritaskan pada fungsi museum dan fungsi penunjangnya, dengan sebuah jalur yang saling terhubung sehingga menyediakan pilihan-pilihan tujuan.

PEMANFAATAN LORONG BAWAH TANAH DAN PENCIPTAAN BASEMENT

Museum KAA akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung baru dan pemanfatan lorong bawah tanah sebagai bagian dari sekuen perjalanan museum. Program ruang galeri bawah tanah akan lebih difokuskan pada isu isu lingkungan.

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN

Masyarakat dilibatkan dalam pengembangan museum yang dikemas dalam suatu event. (penanaman bunga,pohon,pengolahan sampah,dsb.

block plan

back view

bird view

sekuen entry belakang museum

plasa underground

view plasa

view plasa

view demonstrasi

view festival

17 thoughts on “Juara 1 Sayembara Desain New Museum KAA/Gedung Merdeka

  1. Adnyana

    Conratulation sebagai pemenang 1 new museum asia afrika bandung. Sebelumnya saya ingin tau banyak tentang konsep besar/utama anda itu apa ya? Apakah urban oase yg anda maksud? Bagaimana koneksi ( linkage yg anda katakan ) / sirkulasi manusia dari gedung PLN terhadap zona utama museum. Saya sangat tertarik sekali dengan pembahasan urban revitalization / pengembangan kawasan. Salam sukses slalu..

    Balas
  2. Harry

    Semoga dapat terrealisasi..
    Tapi……
    Parkir..parkir..parkir..Semoga sudah terakomodasi dengan baik.

    Karena (umumnya di Bandung) bermunculan fasilitas umum, bagus..menarik..selalu bermasalah dengan parkir yang membludak ke jalan..jadi macet..

    Apalagi fasilitas ini akan menjadi tinjauan masyarakat yang menggunakan bus2 rombongan.. pasti berjajar di cikapundung timur lagi ya?

    Sukses selalu LABO..

    Balas
  3. irwan

    wah mantap kasep pisan euy….btw, kalo jalan cikapundung timurnya di tutup dan menambahkan aktivitas di dalam kawasan itu berarti sistem sirkulasi dan sepertinya ada penambahan nodes untuk sistem parkir ? bisa di jelasin nda….maaf newbie, masih kurang ilmu sapa tau bisa share

    Balas
  4. willie

    selamat atas juaranya…
    tapi ada yang ingin saya tanyakn…

    bagaimana dengan sistem aktivitas dan permasalahan yang ada di kawasan?
    mengapa konsep tidak berangkat dari makro kawasannya?

    hanya sekedar menambahkan ruang terbuka… apakah hal ini dapat menyelesaikan penyelesaian di kawasan tersebut..?

    bisa ada penjelasan,…
    trims,…

    Balas
  5. gee

    wah selamat atas prestasinya…..tapi menurut saya konsep makro menyatu dengan lingkungan adalah kriteria dasar dari setiap desain baik single building maupun group of building, jadi mungkin bisa dibantu menjelaskan sense of art dari pengembangan kawasan ini menjadi sebuah museum kota bukan hanya museum indoor tapi outdoor museum tentunya memiliki sense dan cerita setiap segmennya…..(seperti konsep activity flow dalam museum indoor)…..dan setujut dengan masukan rekan2 sebelumnya bagaiman pemikiran sistem lebih besarnya, bukan hanya parsial….semoga berkenan……sukses selalu….

    Balas
  6. ab

    SELAMAT, konsepnya hidup bgt. gua setuju dengan menghilangkan bangunan non cagar budaya di sekitar MKAA, semoga idenya bisa terealisasikan.

    Balas
  7. angga r

    terimakasih atas masukannya.
    Kami melihat bahwa dahulu alun2 dan jl braga adalah square dan street yang menghidupkan kawasan, saat ini alun2 didominasi masjid dan braga mulai kehilangan akifitasnya. Plasa yg diusulkan menjadi square dan bangunan di sekitarnya menjadi perimeter blok yg dapat diakses baik dari sisi jalan maupun dari dalam plasa, sehingga aktifitas window shopping dapat terjadi di kedua sisi dan blok tsb bisa lebih permeabel. Beberapa program suntikan dan adaptive reuse kami usulkan sbg fungsi penunjang museum. Sirkulasi outdoor pedestrian yg terintegrasi dg sirkulasi indoor museum dpt dilihat pd gb groundfloor. Untuk parkir terdapat tiga lapis basemen di bawah plasa.

    Isu lingkungan kami angkat sbg semangat jaman saat ini,seperti halnya bung Karno dg isu perdamaiannya saat itu.Kami ingin menciptakan suasana baru dimana bangunan2 lama, baru dan vista2 disekitarnya dilihat dari perspektif diantara rerimbunan pohon,rumput,bunga.

    sebenarnya miris sekali melihat kondisi cikapundung saat ini,boro2 mau jadi waterfront… :p
    Semoga bpk walikota Bandung bisa merealisasikannya🙂

    Balas
  8. mariska

    menambahkan komentar dari saudara angga,
    berangkat dari isu lingkungan tadi , ruang terbuka nantinya sekaligus menjadi parameter peduli atau tidaknya warga sekitar terhadap ruang baru yang diusulkan, sehingga diharapkan ruang ini akan hidup dan akan punya karakter dengan sendirinya mengikuti karakter warganya.
    ^_^

    Balas
  9. grenaldy

    wahahaha selamat buat ica, angga, mas dedi, dan semua. gokil gokil nih si para sayembarawan sayembarawati. lanjutt!!!!

    Balas
  10. Ping balik: 2010 in review « ↓

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s