di blackbox salihara bersama adi purnomo

Dalam pernyataan mas mamo bahwa “pertimbangan bagaimana karakter suatu material bisa tepat digunakan untuk tujuan yang diharapkan”. Karakter material itu seperti apa saja?

Kualitas fisik kekedapan dan serapan bunyi, tingkat kekerasan/kepadatan, dsb. Bisa juga kualitas visual, lebih jauh lagi kimia. Dan masih bisa diterjemahkan
lebih jauh lagi.

Saya telah mendapat kesimpulan bahwa eksplorasi material adalah “kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi baru dengan pemilihan, penempatan, pemanfaatan, pengolahan, dan penyusunan berbagai bahan mentah untuk bangunan.” Bagaimana menurut mas mamo tentang pernyataan tersebut? apakah sudah tepat?

Bisa diterjemahkan sebagai itu.

Menurut mas mamo sejauh mana eksplorasi material dapat mendukung perancangan suatu bangunan? Apakah hanya dari aspek estetika saja?

Ketika mengetahui semakin jauh karakter suatu material, mestinya akan lepas dari sekedar estetika saja.

Dalam mengeksplorasi material, hal-hal apa saja yg biasanya dilakukan untuk mengenal karakteristik suatu material yg akan dieksplorasi? apakah ada studi2 tertentu?

Data atau referensi mestinya pertama yang dipakai. Lebih jauh lagi bisa melakukan percobaan jika diperlukan untuk mengetahui sifat tertentu.

Saya berpendapat bahwa eksplorasi material memiliki lingkup yang sangat luas, karena dalam eksplorasi material, arsitek memiliki kebebasan berkreativitas dalam memilih, menempatkan, memanfaatkan, mengolah, dan menyusun berbagai macam material. Bagaimana menurut pendapat mas mamo?

Ya, ketika semakin mengetahui akan semakin tahu cara menempatkan, membangun, dan menggunakannya.

Adakah suatu batasan dalam mengeksplorasi material? Jika ada, apa saja?

Batas tergantung kebutuhan. Sejauh mana hal-hal yang ingin didapatkan atau diketahui. Misalnya pengujian serapan panas atau bunyi suatu material untuk dibandingkan dengan referensi data/teks. Semakin spesifik yang ingin diketahui, semakin batas akan lebih jauh.

Dari mana mas mamo mendapat ide dalam mengeksplorasi material?

Semakin hari saya semakin percaya bahwa apa yang membentuk arsitektur adalah material yang diketahui dengan cukup baik, untuk disusun, dirangkai, dibangun menjadi ruang yang diharapkan.

Apa yang dimaksud dengan teater blackbox?

Blackbox merupakan teater yang menyatukan kembali penonton dengan pemain. Tidak ada batas formal lagi seperti teater prosenium. Mungkin teater tradisional kita sebetulnya sudah mendahului blackbox ini.🙂

Orientasi mas mamo dalam mendefinisikan akustik yang baik itu seperti apa?

Tingkat frekuensi dan decibel berlain-lainan untuk orang bicara, bermain musik dll. Memberi suatu ‘range’ yang fleksibel untuk semua jenis suara ini menjadi penting dalam teater blackbox.

Adakah alasan tertentu mengapa teater salihara tidak memiliki desain panggung yang ditinggikan?

Karena blackbox justru sebetulnya tidak perlu kursi itu. Kursi itu bisa dirapatkan mundur untuk menjadi area “lapang”

Mengapa plafon di teater salihara tidak didesain ber-trap? apakah ada pertimbangan akustiknya?

Lighting yang fleksibel, dan sedikit rongga jalur ternyata dianggap cukup. Pada teater prosenium ketika penonton hampir dipastikan selalu duduk ditempat sama, plafond menjadi bagian yang dipertibangkan untuk pemantulan dan sebagainya.

Apakah peralatan utilitas yang terekspos di bawah plafon direncanakan menjadi diffuser atau karena konsep bangunan yang mengekspos peralatan utilitas? (saya memperhatikan peralatan utilitas juga diekspos di koridor-koridor)

Ya begitulah blackbox, di Singapura bahkan ada yang lebih sederhana dari itu.

Dinding ruang teater biasanya dirancang untuk menginsulasi bunyi agar kebisingan tidak merambat keluar, biasanya hal tersebut dicapai dengan membuat dinding yang berat dan masif. Adakah alasan mengapa mas mamo menempatkan jendela2 di teater tersebut?

Konsep paling awal saya tidak mengusulkan jendela. Jendela adalah keharusan dari pemakai, untuk ruang teater sebagai tempat latihan juga. Diskusi yang panjang tentang double/triple glass karena anggaran dan kebutuhan kekedapan. Ketika spesifikasi menurun, ada kebocoran
bunyi dan sepertinya mereka sekarang menutup dari luar ya? Ada usulan dari atas tetapi kesulitan dalam penutupan cahaya nantinya jika teater digunakan siang hari, dan atap sedang dipakai untuk kegiatan lain.

gambar dan studi maket dinding akustik melalui pemutaran bata

foto setelah dibangun





3 thoughts on “di blackbox salihara bersama adi purnomo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s