keseharian dan lokalitas

RUMAH SETIABUDI MEDAN

-adi purnomo-

Penghargaan IAI Nasional 2008 Kategori Arsitek & Proyek

keseharian dan lokalitas

merasa tidak mengenal budaya hidup pemilik yang bersuku karo, proses perancangan dimulai dengan mengamati secuplik kehidupan sehari-hari dengan tinggal 3 minggu bersama mereka, diselingi jlan-jalan ke beberapa area sumatera utara dan barat. kebiasaan berkumpul dan makan bersama adalah hal yang paling menonjol dalam keluarga ini. semua cucu dari bapak dan ibu Paksana Ginting selalu mampir ke rumah mereka setiap hari, sebelum berangkat atau sepulang sekolah. kekerabatan yang kental seperti ini adalah hal yang mudah terlihat dalam masyarakat setempat. rumah ini merupakan perpanjangan studio photo yang menjadi usaha Paksana Ginting, yang diharapkan menjadi tempat pensiun tapi masih bisa melihat jalannya usaha yang mulai diserahkan kepada anak-anak. inti rumah ini adalah sebuah ruang tidur utama, satu ruang tidur serbaguna, dapur, dan tempat makan (yang inipun bisa terjadi dihampir semua ruang). yang lain selebihnya adalah pelengkap serbaguna, seperti ruang tidur tamu sekaligus ruang baca, kolam renang untuk terapi sekaligus rekreasi anak-cucu, serta teras dan galeri serbaguna yang selalu terhubung dengan halaman muka. ketika hasil observasi diterapkan kedalam rancangan, yang terjadi adalah ruamh yang lebih mirip sebuah “jambur”, bangunan untuk berkumpul masyarakat setempat. ruang-ruang serbaguna dan ruang terbuka dibawah atap maupun tidak, bisa dipergunakan untuk berkumpul kerabat dan handai tauladan
yang datang, entah hanya beramah tamah, makan atau menyirih bersama. hal yang ditemukan ini memperkuat kembali pertanyaan yang muncul sejak rumah ciganjur (2003) yaitu ; sejak kapan rumah tinggal masyarakat di indonesia ini bersekat-sekat seperti ruang keluarga, ruang makan, dan sebagainya. dugaan semoderen apapun hidup masyarakat kita, pola kehidupan komunal tetap menjadi dasar yang kuat dari bagaimana ruang-ruang menjadi ada dan dipergunakan. hubungan antar rumah dan studio photopun dibuat cair dengan adanya jalur penghubung dilantai atas yang secara langsung berhubungan dengan tempat pertemuan. ada dua hipotesa yang ditarik kembali dari perancangan rumah ini. yang pertama adalah ; dapur dan tempat untuk tidur adalah hal yang bisa terpisah dari ruang lain yang punya sifat serbaguna dan tanpa sekat. sebuah ruang tidur yang dinaungi atap, seakan penterjemahan kembali bangunan nenek moyang. hipotesa kedua adalah ; pencarian ruang hidup yang khas indonesiawi tidak perlu dilakukan dengan melihat tradisionalisme sacara harafiah, melainkan dengan melihat cara hidup keseharian, justru didapat kembali pola yang mirip bangunan lama dalam bentuknya yang baru.

material alternatif lebih dari 30m3 kayu bekas dipakai dalam seluruh rumah ini. selain karena kayu yang langka dan mahal, pemikiran atas efisiensi sumber daya juga menjadi alasannya. semua sisa potongan kayu dimanfaatkan, bahkan serbuk gergaji pun dipakai sebagai medium tanaman-tanaman yang dipakan dalam dinding tanaman. ijuk dipakai sebagai penggantai material geo-textile import yang mahal pada sistem atap rumput. waterproofing untuk atap sedemikian luas memakai alternatif lapisan cor dan ter. pelapis dinding penahan panas juga menggunakan material bata yang dipotong untul menghasilkan bayangan sendiri pada permukaannya.

5 thoughts on “keseharian dan lokalitas

  1. tommy barendsz

    Pengelolaan facade, taman, vegetasi dengan memperhatikan kontur lahan nyaris sempurna. Hanya saja dalam visual yg tersaji belum memperlihatkan keseimbangan dan irama bangunan dengan setting sekitar (enviroment). Saya berpraduga arsiteknya kurang memperhatikan hal2 ini

    Balas
    1. Armand

      @ tommy : saya pernah berkunjung ke rumah ini pak, setting sekitarnya adalah kompleks perumahan yang kurang berkembang dan daerah persawahan… so, there’s no such thing as ‘keseimbangan dan irama bangunan dengan setting sekitar’

      sangat tidak adil kalau anda berkomentar demikian hanya berdasarkan foto2 di web ini tanpa pernah berkunjung ke lokasi…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s