juara kedua ‘sayembara rumah ANTARA’

Konsep
Desain ini berangkat dari sebuah bencana yang memberikan dampak hancurnya rumah sebagai sebuah tempat dan juga wadah bagi kehidupan. Bencana yang terjadi membuat beberapa bagian (bahkan seluruh) rumah hancur dan tak dapat berfungsi kembali, menyisakan puing-puing bangunan berupa tumpukkan material yang saling tindih menindih menjadi reruntuhan, sampah, bahkan matinya kehidupan yang sebelumnya hidup. Usaha bertahan hidup yang dilakukan melalui membangun / menghidupkan kembali kehidupan lewat rumah ANTARA membawa ide desain yang tanggap terhadap bencana yang bisa datang tanpa diduga. Beberapa ide yang ditawarkan dapat dilihat sebagai berikut :

Konstruksi
Sistem truss dengan pola segitiga pada struktur dipilih dengan pertimbangan ketahanan dan kesetabilan terhadap gaya-gaya (gempa) yang diterima.

Pondasi yang digunakan merupakan pondasi titik (umpak) yang mana pondasi ini sangat dikenal oleh masyarakat setempat sehingga memudahkan dalam proses pembuatannya, juga tidak memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang berlebihan.

Material

Material bambu digunakan pada rangka truss dengan pertimbangan ke-efektif-an memperoleh bahan dan harga yang terjangkau. Bambu juga dipilih dengan pertimbangan sifatnya yang lentur, kuat terhadap gaya tarik dan juga tekan, sehingga cukup menjawab permasalahan rumah yang tanggap terhadap gaya-gaya gempa. Material seng sisa reruntuhan atap bangunan digunakan kembali sebagai dinding partisi ruang.

Tatanan ruang
Dari luas lahan yang ada, desain mengoptimalkan kemungkinan tersisanya lahan terbuka hijau bagi rumah dengan cara efisiensi luasan ruang tinggal. Pada TOR diminta 2 ruang tidur dan 1 dapur.
Pengembangan yang kami lakukan yaitu; 1 ruang tidur, 1 ruang dapur, dan 1 ruang serbaguna yang dapat berubah fungsi sesuai dengan waktu ativitas kegiatan (ruang keluarga-ruang makan-ruang tidur), selebihnya aktifitas komunal juga dapat dilakukan diluar rumah pada ruang terbuka hijau yang tersisa dari lahan. Dapur diletakkan terpisah pada luar ruangan dengan pertimbangan higienis.

Senyawa kulit bangunan dengan tanaman
Tanaman merambat sebagai media pendingin kulit bangunan-menjaga kondisi termal ruang dalam, juga sebagai usaha penghijauan pada lahan bencana.Penerapannya dapat dilakukan pada bidang atap, dinding, dan juga pada batang-batang truss.dinding, dan juga pada batang-batang truss bambu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s