<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>↓</title>
	<atom:link href="http://ruang17.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruang17.wordpress.com</link>
	<description>HOME</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2011 14:32:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ruang17.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/be3b003433fe9f53dfb4b897ea985383?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>↓</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ruang17.wordpress.com/osd.xml" title="↓" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ruang17.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>wawancara bersama @ndorokakung</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/10/02/wawancara-bersama-ndorokakung/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/10/02/wawancara-bersama-ndorokakung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 06:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[interviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1528</guid>
		<description><![CDATA[A blogger and a buzzer, begitulah sebuah profil tentangnya. Pria yang lebih dikenal dengan nama ndorokakung ini memulai karirnya sebagai seorang wartawan di tempo dan sempat menjabat sebagai editor chief tempo interaktif. Di sela-sela acara ONOFF chat Bandung, sabtu 1 oktober kemarin, ia menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan saya seputar dunia blog. Hasil orbolan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1528&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>A blogger and a buzzer</em>, begitulah sebuah profil tentangnya. Pria yang lebih dikenal dengan nama ndorokakung ini memulai karirnya sebagai seorang wartawan di tempo dan sempat menjabat sebagai editor chief tempo interaktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela acara ONOFF chat Bandung, sabtu 1 oktober kemarin, ia menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan saya seputar dunia blog. Hasil orbolan ini kemudian saya buat menjadi sebuah video wawancara yang bisa teman-teman lihat di bawah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/29900655' width='400' height='227' frameborder='0'></iframe></div></p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih waktunya ndoro, semoga video ini bermanfaat untuk Indonesia yang lebih baik. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">*blog ndorokakung : http://ndorokakung.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1528&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/10/02/wawancara-bersama-ndorokakung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>rempah rumah karya</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 13:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Kau pasti sulit untuk percaya jika kuceritakan bahwa bangunan ini disusun dari bahan-bahan yang terbuang, yang remeh, dan yang tak bisa disusun rata. Bahasa gaulnya; Rustic-material bekas. sang arsitek paulus mintarga menamai bangunan ini seperti nama salah satu jenis bumbu masakan yang di masa lalu menjadi satu komoditas magnet yang menarik ekspedisi dagang maritime dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1500&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/268713_2148648925368_1520678414_2270839_4685659_n.jpg" alt="" width="576" height="168" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kau pasti sulit untuk percaya jika kuceritakan bahwa bangunan ini disusun dari bahan-bahan yang terbuang, yang remeh, dan yang tak bisa disusun rata. Bahasa gaulnya; Rustic-material bekas.</p>
<p style="text-align:justify;">sang arsitek paulus mintarga menamai bangunan ini seperti nama salah satu jenis bumbu masakan yang di masa lalu menjadi satu komoditas magnet yang menarik ekspedisi dagang maritime dari Negara-negara barat ke Indonesia. Rempah rumah karya, paulus menamainya, bangunan yang kelak menjadi bengkel kerja setelah sebelumnya direncanakan sebagai gudang material dari kantor tim 3 solo, kantor yang menangani bidang arsitektur, interior, struktur, dan ME.</p>
<p style="text-align:justify;">Latar belakang pendidikan paulus mintarga sendiri bisa dibilang unik untuk di indonesia, ia adalah seorang insinyur tekni sipil yang memiliki ketertarikan besar dengan arsitektur. Dalam wawancara ruang17 ia bercerita; <em>karena minat dan berkenalan dengan beberapa arsitek, ya jadinya terlibat juga dalam obrolan dengan temen-teman arsitek tersebut dan juga buka-buka beberapa buku arsitektur, kadang sempat pula ikut teman-teman arsitek &#8216;studi banding&#8217; ke Negara-negara lain. mulanya idris samad yang meng &#8216;encourage&#8217; untuk belajar arsitektur dan dalam perkembangannya mas mamo &#8216;kuat sekali&#8217; dalam obrolan konsepnya, menurut saya, dia &#8216;istimewa&#8217;, aset nasional dalam arsitektur yg ber &#8216;jati diri&#8217; .</em></p>
<p style="text-align:justify;">dengan pengetahuan struktur yang lebih siap, tak heran jika kemudian ia berani  bermain dengan kegagalan. tanpa keinginan membuat-buat bentuk, ia kemudian mengikuti kemauan bahan dengan merangkai batang-batang baja bekas dengan berbagai ukuran yang dijadikannya sebagai rangka utama, bambu sebagai penyangga pada lapisan dasar atap dan plat lantai, styrofrom sebagai pengganti tulangan plat lantai, sak semen yang dicat aspal dan ijuk sebagai material alternatif pada atap. jendela bekas tak terpakai, bata sisa, dan kayu-kayu bekas dengan berbagai ukuran yang dikreasikan menjadi mozaik pada kulit bangunan akan membuatmu sedikit percaya kalau bangunan ini tersusun dari bahan yang terbuang, yang remeh, dan yang tak bisa disusun rata. Jenius, baginya, mungkin adalah kemustahilan membuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdiri mengambil jarak dari bangunan dengan tinggi tiga lantai ini, Saya bayangkan, mungkin setelah semua itu tersusun, ia kemudian berpikir untuk mengkondisikan suhu panas di tergalmulyo, solo, tempat bangunan ini berada.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ia lakukan adalah menyelipkan keran air pada beberapa titik bagian atap sebagai ‘hujan buatan’, jurus yang sama persis diterapkannya pada hotel turi.  Juga menyelipkan kolam panjang di antara dua bangunan yang memunculkan suara gemericik air yang, tak hanya suhu, tapi juga pelan-pelan menyejukkan suasana hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu waktu, jika melihat langsung, kau mungkin mulai bisa percaya ceritaku. Pada sepasang bangunan kembar yang menyerupai sayap burung, dan separuh payung yang tak tuntas, saya bercerita dengan sejujur-jujurnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/1-20/" rel="attachment wp-att-1521"><img class="aligncenter size-full wp-image-1521" title="1" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:center;">-ruang dalam-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/2-23/" rel="attachment wp-att-1522"><img class="aligncenter size-full wp-image-1522" title="2" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/img_0036/" rel="attachment wp-att-1516"><br />
</a>-ruang dalam-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/3-20/" rel="attachment wp-att-1523"><img class="aligncenter size-full wp-image-1523" title="3" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/3.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/img_9935/" rel="attachment wp-att-1515"><br />
</a>-fasad samping-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/4-17/" rel="attachment wp-att-1524"><img class="aligncenter size-full wp-image-1524" title="4" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:center;">-fasad samping-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/img_4090/" rel="attachment wp-att-1512"><img class="aligncenter size-full wp-image-1512" title="IMG_4090" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4090.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:center;">-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/img_4048/" rel="attachment wp-att-1502"><img class="aligncenter size-full wp-image-1502" title="IMG_4048" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4048.jpg?w=575&#038;h=431" alt="" width="575" height="431" /></a></p>
<p style="text-align:center;">-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/img_4062/" rel="attachment wp-att-1507"><img class="aligncenter size-full wp-image-1507" title="IMG_4062" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4062.jpg?w=575&#038;h=431" alt="" width="575" height="431" /></a></p>
<p style="text-align:center;">-foto yang saya ambil sewaktu masih proses pembangunan-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1500&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/10/rempah-rumah-karya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/268713_2148648925368_1520678414_2270839_4685659_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4090.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4090</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4048.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4048</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/img_4062.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4062</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>video presentasi avianti armand -puisi dan arsitektur-</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/03/video-presentasi-avianti-armand-puisi-dan-arsitektur/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/03/video-presentasi-avianti-armand-puisi-dan-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 09:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[presentations]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[dua juli, bertempat di rumah baca cukang kawung bandung. sebagai satu dari empat presentator acara Diskusi &#8216;I am Always Stammering!&#8217; Vol.2 &#8211; To Be Great (Ghost) Writers, avianti armand, membagi presentasinya dalam dua bagian; puisi dan arsitektur. video di bawah ini adalah bagian kedua, yaitu arsitektur yang ditulis dengan bahasa puitis. &#8221;tapi kita tidak bisa menulis atau membuat-buat puisi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1487&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/07/03/video-presentasi-avianti-armand-puisi-dan-arsitektur/di-rumah-baca/" rel="attachment wp-att-1496"><img class="aligncenter size-full wp-image-1496" title="di rumah baca" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/di-rumah-baca.png?w=575&#038;h=406" alt="" width="575" height="406" /></a>dua juli, bertempat di rumah baca cukang kawung bandung. sebagai satu dari empat presentator acara <span class="Apple-style-span" style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;font-size:13px;line-height:19px;white-space:normal;">Diskusi &#8216;<em>I am Always Stammering!&#8217; Vol.2 &#8211; To Be Great (Ghost) Writers</em>, </span><span class="Apple-style-span" style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;font-size:13px;line-height:19px;white-space:normal;">avianti armand, membagi presentasinya dalam dua </span>bagian; puisi dan arsitektur. video di bawah ini adalah bagian kedua, yaitu arsitektur yang ditulis dengan bahasa puitis. &#8221;<em>tapi kita tidak bisa menulis atau membuat-buat puisi dari bangunan yang memang tak puitis, </em><em>kita harus lebih kritis, dan kritik juga bisa dengan bahasa yang puitis</em>&#8220;, avianti armand menambahkan pada sesi tanya jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">di dua slide, dari sekian slide yang ia siapkan, terdapat sebuah puisi yang ditulisnya ketika mengunjungi Kanagawa Institute of Technology Workshop yang didesain  oleh Junya Ishigami. puisinya di bawah ini pernah dimuat di koran tempo.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8212;&#8212;&#8211;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apa yang kulihat tentu cuma fatamorgana ketika suatu pagi di musim  </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>semi, sebuah hutan putih merembes dari pori-pori aspal yang panas. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tapi kamu yang tak pernah berdusta menaburkan suara ribuan burung di </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>udara untuk membuatku percaya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apa yang kau dengar adalah apa yang kau lihat.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tapi aku cuma mendengar 305 hari yang berbeda. Dan jarum jam yang </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>menuju ke segala pejuru.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apakah kita bicara soal cuaca?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kamu mengangguk senang dan mengulurkan tangan melewati dahan-</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>dahan untuk menangkapi ekor bintang yang melesat lima meter di atas.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ini,” katamu, “untuk kau taburkan di sekeliling hutan.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maka kita berjalan bersama ke batas di mana semua berakhir. Empat </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>puluh tujuh ke kanan, empat puluh enam ke depan, dan kembali lagi, </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>sambil menaburkan benih bintang yang segera tumbuh jadi kursi-kursi </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>kertas, meja-meja, kembang-kembang dalam pot tanah liat, orang-</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>orang, dan sebilah sayap pesawat.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kita akan merawat semuanya dengan baik.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tapi bayangan melenting ke barat, sebelum hujan sempat mendarat. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan kamu tak mau percaya bahwa cerita telah lewat.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apakah kita bicara soal cuaca?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cuaca adalah sesuatu yang pelik.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apa yang kulihat tentu cuma fatamorgana ketika awan menghapus </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>semua jadi kosong. Tapi kamu yang tak pernah berdusta menangkap </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>angin dan menjejalkannya di telingaku. Desaunya: “…dulu… dulu…”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8212;&#8212;&#8211;</em></p>
<p style="text-align:justify;">mungkin setelah membaca puisi avianti armand di atas, kita lalu bertanya;  bagaimana sebuah puisi dapat bercerita hal-hal yang justeru tidak bisa ditampilkan melalui foto, bagaimana sebuah kata dapat menyimpan sejuta pesona suasana, tempat, dan arsitektur. video presentasi avianti armand -puisi dan arsitektur- di bawah ini mungkin bisa sedikit banyak menjelaskannya.</p>
<p style="text-align:justify;">selamat memonton, semoga bermanfaat. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/25918234' width='400' height='225' frameborder='0'></iframe></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1487&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/07/03/video-presentasi-avianti-armand-puisi-dan-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/07/di-rumah-baca.png" medium="image">
			<media:title type="html">di rumah baca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STARCHITECT</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/16/starchitect/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/16/starchitect/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 04:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[by; effan adhiwira -salah satu orang utama di balik Proyek Green School di Bali ketika dia aktif di PT Bambu Bambu. Ia membantu mengembangkan mimpi John Hardy dalam membuat bangunan ramah lingkungan dan perilaku orang-orang di dalamnya. STARCHITECT adalah tulisan pertama yang ia buat untuk dipublikasi oleh ruang17. terima kasih yang tulus untuk mas effan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1484&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">by; effan adhiwira -<em>salah satu orang utama di balik Proyek Green School di Bali ketika dia aktif di PT Bambu Bambu. Ia membantu mengembangkan mimpi John Hardy dalam membuat bangunan ramah lingkungan dan perilaku orang-orang di dalamnya. <strong>STARCHITECT</strong> adalah tulisan pertama yang ia buat untuk dipublikasi oleh ruang17. terima kasih yang tulus untuk mas effan. selamat menikmati. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253792_10150210432514694_746964693_6925465_6873368_n.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>STARCHITECT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">-kecamukan hati-</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Hoho… udah agak basi sih emang..</p>
<p style="text-align:justify;">Gosip iklan rokok yang pakai model sang arsitek yang membahana diseluruh penghuni dunia perarsitekan, baik yang mengaku-ngaku arsitek atau yang bukan arsitek sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kali ini bukan gosip kok,  cuma sekedar “kecamukan hati” saya sebelum tidur beberapa hari ini…</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>IKLAN TV</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau lebih jeli disimak… sejak bertahun-tahun yang lalu profesi kita (karena termasuk saya juga) ini memang cukup menarik untuk dijadikan “model” atau “gambaran” manusia sukses yang seiring dengan langkah kesuksesan produk yang sedang diiklankan. Digambarkan seorang manusia dengan jerih payahnya, banting tulang, menerima cercaan dan kegagalan, berusaha meniti karir hingga akhirnya sampai pada sebuah titik menjadi “arsitek bintang” yang dipuja-puja banyak orang…. Ya.. jadi STARCHITECT!</p>
<p style="text-align:justify;">Masi inget iklan sebuah bank, “saya arsiteknya!, tapi kalau tanya bagaimana cara mendidik calon arsitek..tanya bapak saya” (<strong>1</strong>) atau sebut saja iklan obat mata, iklan kopi, iklan rokok beda merek, dan banyak iklan lainnya sampai si mbak Agnes Monica memakai plot kehidupan arsitek buat pidio klipnya ( lupa judulnya, dan yang jelas saya kurang suka dengan jalan ceritanya… kesannya kangmas arsiteknya ga peduli sama sang pasangan, malah asik berkutat dengan proyeknya… atau jangan2 memang demikian adanya?..:p)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Intermezzo…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yang bikin saya bertanya2… hampir di setiap iklan selalu saja ada cewe cantik di ending cerita berdiri manis di sisi kangmas arsitek yang tersenyum cool. Semoga demikian adanya juga di kehidupan nyata… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena, menurut survey waton saya (yang kurang dapat dipercaya tentunya) terhadap para bakal calon mertua yang menganut paham “bibit, bebet, bobot”… profesi arsitek memang salah satu profesi yang menjanjikan penghidupan yang baik masa depan disamping profesi dokter dan pengacara.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ingat :</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Balon Mertua (BM) :”oohh ada temennya  ***** ya?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Balon Arsitek (BA)   : iya Bu… mau main sebentar”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>BM  : “hmmm…. masnya kuliah dimana?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>BA   : di *** Bu (salah satu kampus tertua di jogja)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>BM  : oooh…. Ambil jurusan apa??? (sambil tersenyum dan      membukakan pintu pagar)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>BA :arsitektur Bu…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>BM : oooh “WIS arsitek TUR ***!” (<strong>2</strong>)… mari2 masuk, tunggu dulu di ruang tamu, si ***** sedang  dikamarnya, nanti ibu panggilkan, masnya mau minum apa????”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em>Huahahahaha…. Memang agak didramatisir sih… Cuma kira2 begitu jalan ceritanya.  Intinya, memang dalam kebiasaan pola pikir masyarakat kita, profesi arsitek adalah profesi yang “wah”, yang “tinggi”, yang “bintang”…. Ya, lagi2 STARCHITECT.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SINISME</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lah terus kok sekarang banyak yang nyinyir… abis lihat iklan rokok terbaru itu. Dan istilah “STARCHITECT” akhirnya mulai banyak mencuat di diskusi2 dan pergunjingan2 (sekali lagi baik oleh teman2 arsitek atau yang bukan arsitek sekalipun).</p>
<p style="text-align:justify;">…..”iih, arsitek sok selebritis”&#8230;.(<strong>3</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">….” Saya sih mau jadi arsitek biasa aja ah, ga mau jadi starchitect kaya dia.. norak!”…. (<strong>4</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">….” Saya masih ngga habis pikir apa hubungannya profesi arsitek dengan sebatang rokok”….(<strong>5</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sedikit komentar yang sempat saya dengar dari berbagai sumber (kali ini agak dapat dipercaya). Sinisme ini lebih personal kayanya, mungkin karena kali ini yang jadi model iklan adalah arsitek beneran, tidak seperti iklan2 sebelumnya yang mencari model tampan rupawan dan maha cool untuk jadi sang arsitek.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Intermezzo lagi…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Eh udah pernah ada iklan arsitek yang cewe ngga ya? Selain yang jadi bos arsitek di iklan obat mata itu?</em></p>
<p style="text-align:justify;">….</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Starchitect! Lha njuk ngopo???</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.Kok bisa men-judge dia sok selebritis??&#8230; lha wong baru jadi bintang iklan sekali dan bintang pidioklip sekali (kalau ga salah, itupun pidioklip yang sifatnya memberi semangat buat kaum muda Indonesia), dan setau saya dia ga pernah masuk infotainment yang isinya lagi marak kawin-cerai para bintang kita di ranah yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ya itu sebuah pilihan, mau jadi arsitek “biasa” saja, dengan proyek yang “biasa” saja, dengan publikasi yang tentunya “biasa” saja juga. Sing penting iso urip. Asalkan ini murni ungkapan dari komitmen hati, bukan ungkapan iri hati yang terselubung karena ngga pinter liat peluang dan skill yang ngga nyandak .</p>
<p style="text-align:justify;">3. Kalau belom habis, dihabiskan dulu waktu berpikirnyaaa.. coba ditelisik berapa persen aristek kita yang merokok? Dan berapa persen dari arsitek kita yang “doyan” ngelembur demi mengejar hasil yang maksimal ?.. Nah, temen ngelemburnya itu apa? Walau saya tidak merokok (saya lebih memilih minum wedhang ronde (<strong>6</strong>) hampir sebagian besar memilih rokok sebagai teman yang paling akrab. Saya pernah sekantor dengan teman arsitek perokok berat yang kalau melihat dia sedang bekerja di mejanya,  hanya berupa kotak monitor yang dikelilingi asap rokok disekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu tadi secara harafiah…. Kalau secara modal kapitalisme, memang perusahaan rokok lah yang sedang jumawa. Apakah lebih tidak habis pikir kalau melihat event olahraga (yang notabene menjunjung tinggi semangat hidup sehat) disponsori oleh beberapa perusahaan rokok (yang notabene dianggap sebagai benda laknat perusak kesehatan) ???</p>
<p style="text-align:justify;">Ini masalah pencitraan produk menurut saya (mungkin teman2 dari advertising lebih ahli membahasnya). Bahwa semangat juang menjadi juara, kesuksesan sebuah tim olahraga tertentu, dan kualitas kesuksesan seorang arsitek menjadi analogi pencitraan yang dipilih sebuah produk atas kualitas dan sukses yang mereka capai.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, profesi arsitek dipilih sang pengiklan yang tanggap akan “kekerenan secara eksplisit” yang banyak diamini masyarakat kita pada umumnya. Bukan karena arsitek harus merokok, atau arsitek harus jadi selebritis dan norak. J</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Si mas arsitek di iklan itu memang sudah terkenal (sudah ngeSTARCHITECT) sebelum jadi bintang iklan deh. Dan mungkin justru karena dia arsitek terkenal yang membuat produk tersebut memilihnya untuk jadi salah satu bintang iklannya. Bukan karena setelah jadi bintang iklan kemudian baru terkenal (kaya artis2 kita yang banyak merintis dari bintang iklan, pemain sinetron, kemudian main film horror dan lanjut membuat album rekaman..hehe).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Intermezzo lagiii…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(Padahal hal itu sempet jadi cita2 saya… jadi arsitek sekaligus main sinetron, main film horror dan lanjut buat album rekaman…hahahahaha. )</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah ya jadi STARCHITECT??&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ngga ah… menurut saya malah sebuah prestasi yang harus dicapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lha… Oom Santiago Calatrava, pakde Norman Foster, paklik Renzo Piano, serta simbah Frank Gehry yang sangat saya kagumi itu semuanya STARCHITECT jee…!! Bahkan Meneer Rem Koolhaas yang bakal datang ke negri ini aja disambut gila2an untuk didengarkan ilmu2nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yap.. itu dia ILMUnya!!!&#8230; esensi STARCHITECT menurut saya adalah kedalaman ilmu yang dimilikinya. Pengalaman panjang perjalanan karirnya yang tidak bisa digantikan dengan text book apapun. Jurus-jurus suksesnya memenangkan tender dan mengerjakan tantangan desain. Bahkan sampai ceritanya bangkit dari kegagalan-kegagalan yang menerpa.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi “BINTANG” untuk menjadi yang diatas, yang mudah dilihat dan dicontoh, memberi panutan terhadap banyak pengagum disekitarnya, menjadi cahaya pencerah dengan ide-ide cemerlangnya untuk masa depan dunia yang lebih baik, dan menularkan kisah kesuksesannya yang dapat menginspirasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi wajar to… kalau sang STARCHITECT dipilih jadi model iklan??&#8230; lha wong menginspirasi kok.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SIKAP DIRI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau masalah sikap personal setelah jadi STARCHITECT, memang hal  lain lagi…. Setiap orang mempunya gaya berpenampilan, gaya berbicara, dan gaya mengkomunikasikan ide yang berbeda-beda. Mungkin disini para pengkritis (kalau tidak boleh saya bilang penyinyir) melihat secara kasat mata saja. Tidak lebih melihat dari prestasi apa yang telah dia capai.</p>
<p style="text-align:justify;"> “Ahh, gayane kemlithi (<strong>7</strong>).. mentang2 lagi ngerjain proyek di Eropa dan Cina !”</p>
<p style="text-align:justify;">Whe lhaa.. dipercaya menangani proyek di Eropa dan Cina itu ya berarti emang cukup mumpuni lho. Coba dilihat ke diri kita sendiri, jangan-jangan kita yang suka ngomentarin orang ini akan lebih kemlinthi dibanding si mas itu kalo tiba2 dapet proyek besar seperti itu. Lha wong belom pasti dapet proyeknya aja kadang kita udah sesumbar banyak hal ke kerabat2 dan handai taulan lainnya… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi di atas memang banyak godaan dan terpaan anginnya. Tapi saya kira kalau proses kita menuju ke atas itu dilalui dengan penuh perjuangan dengan peluh dan pengorbanan. Secara alamiah kita akan sangat menghargai sebuah proses dan tahapan-tahapan kehidupan… Jadi ora kemlinthi.. :p</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SIKAP SAYA..</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih jujur dari hati yang paling dalam… MAU JADI STARCHITECT !! hehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup itu harus fokus dan totalitas… (saya sudah mengurungkan niat menjadi pemain sinetron, pilm horror dan artis rekaman).. saya adalah seorang arsitek!</p>
<p style="text-align:justify;">Justru dengan jadi seorang STARCHITECT saya dapat lebih diperhatikan dan didengar untuk menyalurkan ide2 saya untuk perubahan dunia ke arah yang lebih baik, (klo belum jadi STARCHITECT… “kowe kuwi sopoooooo??? Keakehan cangkem thok.. hehe)</p>
<p style="text-align:justify;">Perjuangan memang tidak mudah… mungkin berawal dari menjadi STARCHITECT se RT, kemudian merambah ke se kecamatan, sampai jadi cukup terkenal “Se Jawa Tengah dan Purwokerto” (<strong>8</strong>)..</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dari sekarang sudah ada yang mulai menyebut saya STARCHITECT (entah dari ketulusan hari yang paling dalam atau hanya sindirian biasa) … makasih banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Teruuus…</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti pada status saya beberapa hari yang lalu,</p>
<p style="text-align:justify;">Nanti kalau saya sudah terkenal  (STARCHITECT)… bakal ditawari model iklan apa yaaa?? Hehehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Denbaguse yang sedang belajar nulis artikel arsitektur.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">110615</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan jempol (kalau kaki sepertinya kegedean… :p):</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>1)cuplikan kalimat dari sebuah iklan bank yang selalu terngiang2 di telinga saya.. dan sempat jadi trendsetter gaya saya pada saat kuliah saat karya saya ditanya “siapa ini yang desain?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>2)”WIS(wakarman) ARSITEK-TUR UGM”… saya ambil dari sebuah desain pemenggalan kata yang cerdas tentang nama Himpunan Mahasiswa kami dari kakak2 angkatan saya. “Wis arsitek, tur UGM”… artinya “ sudah arsitek, kuliahnya di UGM pula..:p”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>3)…sebuah komentar spontan dari salah satu arsitek pengunjung GreenSchool setelah melihat nama mas arsitek itu terukir di salah satu bangunan.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>4)…sebuah status FB dari salah satu anggota friendlist saya yang kemungkinan besar saya ngga kenal bener.. Cuma sempet baca saja.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>5)..sebuah komentar di akhir sebuah imel di salah satu milis arsitek di Indonesia</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>6) wedhang ronde : minuman jahe campur kacang dan kolangkaling… sangat enak disruput waktu malam sambil nongkrong (harusnya… bukan sambil ngelembur..:p)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>7) kemlinthi : bahasa jawa yang kadang sulit dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, agak sombong, bertingkah cari perhatian, pecicilan laah.. (lho ini bahasa jawa lagi)</em></p>
<p><em>8)”se Jawa Tengah dan Purwokerto”: sebuah gambaran tentang “ketenaran yang maksimal” yang diucapkan mas Didi Crow, gitaris Power Slaves saat coaching clinic di Jogja beerapa tahun yang lalu. </em></p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1484&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/16/starchitect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253792_10150210432514694_746964693_6925465_6873368_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>jalan</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/04/jalan/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/04/jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 03:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1481</guid>
		<description><![CDATA[-foto gang sesama, by darman- -foto aksi KeukenBDG yg sy ambil tanpa minta ijin dari Astri Puji Lestari- J a l a n sebagai ruang yang penuh ketakterdugaan telah mengakar dalam kebudayaan orang jawa. Kita bisa melihat, Ketika romo mangun menjadi penasehat tata kota Yogyakarta, ia mengusulkan untuk membuat arkade di depan toko-toko Malioboro, dengan tujuan menciptakan ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1481&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/252153_1993516607157_1520678414_2138193_7771195_n.jpg" alt="" width="575" height="322" /><em>-foto gang sesama, by darman-</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/252410_1993520207247_1520678414_2138202_364705_n.jpg" alt="" width="576" height="432" /><em>-foto aksi KeukenBDG yg sy ambil tanpa minta ijin dari Astri Puji Lestari-</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>J a l a n</strong></em> sebagai ruang yang penuh ketakterdugaan telah mengakar dalam kebudayaan orang jawa. Kita bisa melihat, Ketika romo mangun menjadi penasehat tata kota Yogyakarta, ia mengusulkan untuk membuat arkade di depan toko-toko Malioboro, dengan tujuan menciptakan ruang publik seperti yang ada di kota-kota Eropa. Yang terjadi, arkade itu diserobot oleh pedagang kaki lima, yang menjual barang yang sama persis dengan toko resmi di belakangnya -hanya saja, dengan tidak membayar pajak sah melainkan membayar jatah preman. Sebuah ketakterdugaan yang kemudian menjadikan jalan sebagai ruang umum kota yang tidak tertib dan tidak dimengerti; ruang yang dijalankan lebih berdasarkan hukum rimba.</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha merebut kembali jalan sebagai ruang umum kota coba dilakukan oleh beberapa generasi yang jauh lebih muda.</p>
<p style="text-align:justify;">sebut saja ‘gang sesama’. di sebuah gang, jalan kecil yang sudah terlanjur tergambar sebagai akses jalan yang sempit, tak rapi, dan tak aman mungkin akan segera terbantahkan ketika saya menemukan sekumpulan bocah-bocah kecil yang sedang asik bermain di gang kampung yang terletak di bukit mulya bandung. Bocah-bocah itu memanjat, beberapa di antaranya yang lebih berani akan bergantungan, lalu seperti tarzan mereka teriak; auwooo uu wooo…</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi, sebuah ketakterdugaan terjadi. Apa yang sedang dipanjat, lalu bagaimana mereka bisa bergantung di ruang sempit bernama gang? Seorang arsitek wanita indonesia, sarah ginting, menjawab pertanyaan itu dengan menciptakan ruang bermain anak pada lahan kota yang terbatas. Dibantu mahasiswa arsitektur unpar dan itb, ia kemudian merangkai papan, menegakkan tiang ayunan, dan yang menarik; membuat wahana gantung di jalan gang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bocah perempuan yang lebih tenang akan memilih duduk di ayunan, bocah  laki-laki yang lebih berani dan aktif akan mencoba bergantungan, berbahaya? Tidak, mereka hanya lebih dekat dengan keberanian. Melihat hal itu, setiap  yang peka akan dibuat sadar bahwa dalam satu bentuk permainan terdapat beragam pelajaran. permainan juga pelajaran itu, bisa dibuat dan didapatkan di mana saja, termasuk di jalan gang.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu yang sedang ramai diperbincangkan di jalan bandung akhir minggu yang lalu adalah<strong>KeukenBDG</strong>, “<em>dengan moto mereka spice of space, mereka melakukan gerilya menempati ruang ruang jalan dan publik, mengundang komunitas lokal untuk menjadi koki dan memasak kemudian membagi secara gratis, salah satu usaha mengembalikan pada publik  ruang ruang yang menjadi komoditas pasar”</em>. Paskalis, menuliskannya seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">saya tidak sempat hadir dan hanya mengikuti melalui dunia maya saja. Semoga minggu depan yang lain saya bisa ikut memeriahkan. Sebab siang itu menyisakan kegetiran, seperti daging panggang yang tergigit lalu tertelan, juga kerinduaan akan kesempatan lain yang mungkin. Yang barangkali juga tak mungkin. (Semoga minggu depan yang lain menjadi mungkin -karena, lagi-lagi, di jalan, ada banyak ketakterdugaan)</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi karena ketakterdugaan, jalan kemudian juga bisa menjadi tempat terbunuhnya seseorang -mungkin juga lebih.  Siapa yang bisa menjamin kita bisa selamat di jalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sangat dramatis, man. Kata pacar saya. Tidak. Saya sangat realistis, bantahku.</p>
<p style="text-align:justify;">Statistis mengatakan, ”Sepanjang April 2011, Jakarta Pusat menjadi wilayah yang paling banyak terjadi aksi kejahatan di jalan. Tingkat kejahatan bulan April dalam satu bulan terakhir, Jakarta Pusat menempati peringkat pertama daerah rawan kejahatan, dengan 323 kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Rabu (11/5/2011) di Polda Metro Jaya. <strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong></p>
<p style="text-align:justify;">jalan mengandung resiko kematian yang besar. Terlebih di kota besar, dimana terdapat kecenderungan yang besar bagi orang untuk tidak memperhatikan nasib orang lain. Tingkat kejahatan di jalan sudah sangat memprihatinkan, kalau tidak dibilang mengkhawatirkan. Beragam jenis kejahatan, mulai yang ringan hingga berat, dari yang dilakukan perorangan hingga sekelompok orang, bahkan dalam suasana ramai maupun sepi. Ketakterdugaan itu, mengharuskan kita tetap merasa was-was dalam ruang umum yang semestinya nyaman. Kita lalu dibekali dengan tips-tips;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Pastikan anda menggunakan sabuk pengaman, mengunci pintu dan menutup jendela.</li>
<li>Hindari menaruh barang berharga pada tempat yang mudah terlihat. Usahakan untuk menyimpan di tempat yang tersembunyi dan mudah dijangkau (sekiranya diperlukan)</li>
<li>Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi. Selain mengurangi konsentrasi, terkadang emosi kita akan mengalami perubahan, sementara konsentrasi sangat dibutuhkan saat anda mengemudi.</li>
<li>Jika terpaksa anda harus berhenti (baik diperempatan maupun karena kerusakan), usahakan mencari tempat yang cukup ramai.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dan terakhir, Jangan lupa untuk selalu berdo’a pada tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah jalan mungkin bisa menjadi cermin kota. Cermin itu tentu bisa cekung, bisa cembung, bisa retak pula. Membaca begitu banyak kejadian di jalan belakangan ini, saya jadi teringat sajak sapardi.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Susah benar menyebarang di Jakarta ini;/hari hampir magrib, hujan membuat segalanya tak tertib./Dan dalam usia yang hampir enam puluh ini,/astagfirulah! rasanya di mana-mana ajal mengintip</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Di jalan, ketika ketakterdugaan lewat dan wajar, orang tak lagi bertanya kenapa seseorang mati.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1481&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/04/jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/252153_1993516607157_1520678414_2138193_7771195_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/252410_1993520207247_1520678414_2138202_364705_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>tuhan</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/02/masjid-kota-baru-parahyangan/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/02/masjid-kota-baru-parahyangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 18:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[(pada saat cuaca cerah dan senja telah tiba, ruang ini bermandikan cahaya senja yang masuk melalui bukaan pada sisi barat-kiblat. selanjutnya; suara azan) Pada mulanya sebuah pengalaman; sensasi yang timbul ketika pertama kali melihat kabah, tepat di depan mata kepala sang arsitek yang untuk pertama kalinya berdiri, lalu sujud; tanda kemenyerahan manusia di hadapanNya.  Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=891&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/250860_1993070035993_1520678414_2137580_3131400_n.jpg" alt="" width="576" height="432" />(<em>pada saat cuaca cerah dan senja telah tiba, ruang ini bermandikan cahaya senja yang masuk melalui bukaan pada sisi barat-kiblat. selanjutnya; suara azan</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Pada mulanya sebuah pengalaman; sensasi yang timbul ketika pertama kali melihat kabah, tepat di depan mata kepala sang arsitek yang untuk pertama kalinya berdiri, lalu sujud; tanda kemenyerahan manusia di hadapanNya.  Di hadapannya adalah sebuah kubus, selimutnya hitam, dengan sosoknya yang memang besar, tapi- kecuali kaligrafi pada kiswah yang membungkusnya- ia praktis tanpa keelokan, tanpa ornamen, tanpa keinginan menjadi impresif. Ia berdiri begitu saja di halaman masjidil haram, tak menyentak.</p>
<p style="text-align:justify;">Ka’bah; sebuah bentuk yang tenang, jauh lebih tenang dibandingkan dengan gaya arsitektur manapun di dunia ini. Karena pembangun pertama tahu; ambisi kita untuk kemegahan, kekerasan hati untuk keunggulan, hanya akan pucat pasi pada detik kita menyadari posisi kita yang sesungguhnya. Dan kubus itu adalah sebuah produk kesadaran, sebuah pernyataan kerendahan hati, sesuatu yang kemudian dijadikan inspirasi oleh arsitek ridwan kamil ketika pertama kali berpikir tentang masjid di kota baru parahyangan.</p>
<p style="text-align:justify;">begitulah, sebuah masjid hadir dalam bentuk kotak yang kemudian mudah tertebak seperti kebanyakan desainnya yang menganalogikan sesuatu ke dalam bentuk bangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi memang benar jika kemudian sebuah tempat dapat bercerita banyak. Berada di dalam masjid kota baru parahyangan, pengalaman pribadi saya menyadari; bukan hanya secara pikiran, melainkan juga secara fisik, bahwa tuhan tak ada di sini, bahwa tuhan tak di mana-mana, tetap jauh- tak terangkum dari tempat saya berdiri. Tuhan tak ada dalam jangkauan jarak. Tapi, pada momen ketika saya merasakan kembali hal-hal yang sebenarnya dahsyat namun tersisih, seperti ketika saya mendengar suara gemercik air kolam di tepi mimbar, cahaya 99 lampu yang merembes keluar dari almatur yang berukirkan asmaul husnah, angin yang pelan-pelan masuk melalui celah lubang udara pada kulit bangunan, juga cahaya matahari senja yang perlahan turun ke barat adalah momen yang lebih tepatnya <em>dialami</em> ketika berada di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">jarak antara manusia dan tuhan memang punya pesonanya sendiri, dan saya pun ‘menyerah’ di bawah bayang-bayang keakbaran-nya. TUHAN, itu adalah waktu ketika saya melihat cahaya senja yang keemasan masuk ke dalam ruang yang hening. Dan dalam detik itulah ia sangat dekat. Menyenangkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=891&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/02/masjid-kota-baru-parahyangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/250860_1993070035993_1520678414_2137580_3131400_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>taman terapung di kali semarang</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 08:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[award]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[-juara pertama lomba desain konsep HUT SKETSA 22, integrated education urban space for children 2011- by: Gustav Anandhita, Cahya Mustika Alam, Hengky Arga Pradita  tertulis “Semarang kaline banjir, ojo sumelang yen dipikir.. “ dalam sebuah penggalan lirik lagu yang menceritakan kondisi kali Semarang yang selalu menjadi langganan banjir. Padahal ketika membaca sejarah, dahulu semarang pernah disebut sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1432&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">-juara pertama lomba desain konsep HUT SKETSA 22, integrated education urban space for children 2011-</p>
<p><em>by: <span class="Apple-style-span" style="font-size:15px;">Gustav Anandhita, Cahya Mustika Alam, Hengky Arga Pradita </span></em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/222616_1672416819338_1504939036_31396527_863178_n/" rel="attachment wp-att-1463"><img class="aligncenter size-full wp-image-1463" title="222616_1672416819338_1504939036_31396527_863178_n" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222616_1672416819338_1504939036_31396527_863178_n.jpg?w=575" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">tertulis “<em>Semarang kaline banjir, ojo sumelang yen dipikir</em>.. “</p>
<p style="text-align:justify;">dalam sebuah penggalan lirik lagu yang menceritakan kondisi kali Semarang yang selalu menjadi langganan banjir. Padahal ketika membaca sejarah, dahulu semarang pernah disebut sebagai Vanesia van Java. Karena kala itu, Kali Semarang sangat berperan dengan transportasi sungainya dalam membawa kebutuhan sehari-hari juga barang dagangan dari luar Semarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan di Kali Semarang pulalah kita bisa melihat sejarah perkembangan Kota Semarang. Ada kawasan Pecinan, Kota Lama, Jembatan Berok, Sleko, Kampung Melayu, dan Boom Lama, kawasan-kawasan yang punya banyak bangunan bersejarah, dan dikenal menyimpan sejarah perkembangan Kota Semarang tentang sosial ekonomi, budaya, dan politiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sekarang kebanggaan masa silam  itu hanya tinggal kenangan. Mungkin ikut larut dalam genangan banjir rob yang setiap saat bisa datang menyerang gang-gang sempit pemukiman di Kali Semarang. Ya, kenyataan menarik ketika sebuah pemukiman padat bertemu dengan banjir rob, kenyataan yang kemudian menimbulkan banyak masalah, satu di antaranya adalah hilangnya tempat bermain untuk anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ketika dalam kondisi tak banjir, anak-anak bisa merebut jalan raya, gang sebelah rumah, atau di atas jembatan sebagai tempat bagi mereka untuk bermain. Akan tetapi, ketika banjir datang dan menggenangi daratan, kesempatan mereka bermain sudah tak ada lagi. Tenggelam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di sini sudah bertemu 2 masalah utama: Banjir + Pemukiman Padat.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Saat banjir tidak lagi bisa dibendung dan dicegah, maka yang terpikir adalah sebuah “lapangan” yang mampu beradaptasi dengan banjir dengan cara mengapung. Seberapapun ketinggian air bukan menjadi masalah ketika “lapangan” ini bisa mengapung di permukaan airnya. Ide ini muncul ketika memperhatikan getek yang menjadi transportasi penyeberangan di Kali Semarang.</li>
<li>Masalah kedua adalah warga tidak memiliki lagi lahan untuk membuatkan lapangan bermain bagi anak-anak mereka. Lalu kami melirik sebuah tempat luas di depan pemukiman mereka yang belum dimanfaatkan, yaitu Kali Semarang. Karena sangat disayangkan jika “space” yang sangat luas ini hanya menjadi tempat pembuangan sampah.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan masalah tersebut, secara sederhana kami mendesain sebuah lapangan bermain yang anti banjir dan dapat terapung di Kali Semarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/222886_1672409179147_1504939036_31396517_7457465_n/" rel="attachment wp-att-1464"><img class="aligncenter size-full wp-image-1464" title="222886_1672409179147_1504939036_31396517_7457465_n" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222886_1672409179147_1504939036_31396517_7457465_n.jpg?w=575" alt=""   /></a><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/lima-2/" rel="attachment wp-att-1447"><br />
</a><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;">Secara desain mungkin sangatlah biasa, hanya meniru bentuk kapal secara sederhana. Dalam kapal ini kami membagi menjadi 2 fungsi, yaitu Geladak Kapal dan Kabin Kapal:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Geladak Kapal:</strong> Area ini merupakan space untuk menempatkan permainan anak-anak. Disaat yang berbeda, mainan-mainan yang berada di atas geladak dapat dpinggirkan atau dipindahkan. Sehingga tercipta space yang cukup lapang. Jadi mainan tersebut bersifat portable. Ketika mainan yang berada di atas geladak dipinggirkan, maka geladak kapal ini dapat digunakan untuk bermain permainan tradisional yang membutuhkan ruang yang lapang, seperti lompat tali, gobak sodor, engklek, dan lainnya. Untuk keaman, area ini dilengkapi pagar dan juga jaring pengaman di sisi-sisinya. Meskipun kontrol orangtua juga dibutuhkan untuk menemani mereka bermain.</li>
<li><strong>Kabin Kapal:</strong> Bagian belakang kapal ini berfungsi sebagai kelas sore untuk pelajaran tambahan. Guru les bisa dari sukarelawan atau orang tua sendiri, dilengkapi dengan papan tulis dan meja lesehan. Mulai dari les gambar, menulis, menyanyi dapat dilakukan di kelas ini. Dan dengan penuh harapan, kelas ini juga bisa juga digunakan untuk kelas gratis bagi mereka yang kurang mampu/anak jalanan. Mengingat di dekat tapak terdapat Pasar Johar, dan banyak anak-anak putus sekolah yang menjadi kuli dan pengamen.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Untuk bagian atas, difungsikan sebagai “PAGUPON” (kandang burung dara), karena kebanyakan anak-anak di sini suka Gaburan/balap burung. Dikarenakan lahan yang sangat sempit dirumah, jadi kami buatkan sebuah kandang burung terpadu. Tempat ini juga bisa menjadi deck untuk loncat ke sungai, mengingat banyak anak-anak yang suka mandi di sungai.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah terlontar sebuah pertanyaan dari seorang kawan. Kenapa kalian seolah mendukung dan membiarkan anak-anak bermain dan mandi di air sungai yang tampak kotor itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya tanpa alasan, kami memiliki sebuah misi dengan  “menaruh” tempat bermain di Kali, maka anak-anak dilatih memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap Kali Semarang sejak dini. Dan bagi orang Tua yang menemani mereka bermain, pasti akan berharap tempat bermain anak-anak mereka sehat dan bersih. Maka secara tidak langsung orangtua juga tersadar untuk menjaga dan merawat kebersihan Kali Semarang yang menjadi tempat bermain anak-anak mereka. Kami berharap para orangtua tidak akan lagi membuang sampah dan limbah ke sungai, karena ketika mereka mengotori kali, berarti mereka samasaja telah meracuni anak mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Melarang anak-anak bermain di tempat kotor bukanlah hal yang bijak, tapi membersihkan tempat bermain anak mereka yang kotor barulah langkah yang tepat untuk anak mereka maupun untuk lingkungan.”</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/222616_1672416779337_1504939036_31396526_7511183_n/" rel="attachment wp-att-1465"><img class="aligncenter size-full wp-image-1465" title="222616_1672416779337_1504939036_31396526_7511183_n" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222616_1672416779337_1504939036_31396526_7511183_n.jpg?w=575" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Selain tidak adanya tempat bermain bagi anak-anak pemukiman padat ternyata juga menyebabkan terbatasnya lahan untuk Ruang Terbuka Hijau. Hal ini berdampak juga pada anak-anak, mereka tidak mengenal berbagai tanaman, padahal negara kita merupakan negara subur yang memiliki jutaan jenis tanaman. Segala macam tanaman seperti bunga, sayuran dan tanaman obat-obatan hanya mereka ketahui dari foto di buku atau sayuran hasil panen yang dijual di pasar.  Satu-satunya kendala untuk berkebun adalah tidak adanya lahan, sementara sumber air sangatlah melimpah. Untuk itu kami akan menciptakan “lahan bercocok tanam” itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan ini kami mencoba memberikan alternatif Ruang Terbuka Hijau berupa “Kebun Terapung”. Dengan konsep seperti Taman Terapung sebelumnya. Tempat ini mencoba memberikan  space untuk anak-anak belajar berkebun, menanam dan merawat tanaman. Dengan media ini diharapkan anak-anak memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap kelestarian tanaman dan lingkungan sejak dini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan rak-rak tanaman yang dibuat bertrap, memudahkan peletakan tanaman yang ditanam di dalam pot ataupun kaleng bekas. Keberadaan kebun bunga yang terapung di atas Kali Semarang  diharapkan akan memberikan nuansa asri serta warna-warni bagi lingkungan sekitar. jadi Kita bisa berlama-lama nongkrong di Kali Semarang sambil mengajari adek-adek kita bercocok tanam. Dengan sistem pengelolaan dan status milik pada Desa. Maka akan menjadi taman bersama layaknya taman-taman di perumahan yang elit.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Di saat sudah tidak  mungkin menghijaukan daratan yang penuh dengan beton. Maka kami akan menghijaukan Kali Semarang di permukaan-nya”</em></p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1432&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/06/01/taman-terapung-di-kali-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222616_1672416819338_1504939036_31396527_863178_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">222616_1672416819338_1504939036_31396527_863178_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222886_1672409179147_1504939036_31396517_7457465_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">222886_1672409179147_1504939036_31396517_7457465_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/06/222616_1672416779337_1504939036_31396526_7511183_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">222616_1672416779337_1504939036_31396526_7511183_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berbahasa</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/16/mencari-jawaban-bagi-kesusastraan-pada-pendekatan-terhadap-arsitektur/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/16/mencari-jawaban-bagi-kesusastraan-pada-pendekatan-terhadap-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 15:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[dalam diskusi Pemikiran dan Karya Mangunwijaya yang diadakan oleh Freedom Institute, 12 Mei 2011, selain berbicara mengenai sastra romo mangun, ayu utami juga berbicara mengenai karya arsitektur romo mangun dalam makalah yang ditulisnya sebagai berikut; &#8212;&#8211; &#8230; Marilah kita lihat pendekatan arsitekturnya. Beginilah ia menulis tentang berasitektur, yang menunjukkan pandangan tentang dekatnya arsitektur dengan kesusastraan, sehingga bolehlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1427&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">dalam diskusi Pemikiran dan Karya Mangunwijaya yang diadakan oleh Freedom Institute, 12 Mei 2011, selain berbicara mengenai sastra romo mangun, ayu utami juga berbicara mengenai karya arsitektur romo mangun dalam makalah yang ditulisnya sebagai berikut;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita lihat pendekatan arsitekturnya. Beginilah ia menulis tentang berasitektur, yang menunjukkan pandangan tentang dekatnya arsitektur dengan kesusastraan, sehingga bolehlah kita mencari jawaban bagi kesusastraan pada pendekatannya terhadap arsitektur:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Oleh karena itu, bila kita berasitektur, artinya berbahasa dengan ruang dan gatra, dengan garis dan bidang, dengan bahan material dan suasana tempat, sudah sewajarnyalah kita berasitektur secara budayawan; dengan nurani dan tanggung jawab penggunaan bahasa arsitektural yang baik. Bahkan kalau mungkin, walaupun tentu saja tidak setiap orang mampu: dengan puisi. </em>(Eko A Prawoto, Catatan Kurator dalam <em>Tektonika Arsitektur Y.B. Mangunwijaya</em>, katalog pameran, Rumah Seni Cemeti (1999), hal. 4; ia kutip dari <em>Wastu Citra </em>(Gramedia:1970)</p>
<p style="text-align:justify;">Apa gerangan yang ia maksud dengan “berbahasa dengan ruang dan gatra, garis dan bidang, material dan suasana tempat”? Romo Mangun dikenal sebagai arsitek yang selalu mencoba berdialog dengan lokalitas dan keaslian atau keapa-adaan situasi. Estetika-nya tidak berasal dari ideal-ideal atau cetak biru, melainkan dicarinya dalam dialog dengan keadaan lapangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8230;arsitektur [...] nomor satu bukan dia ikut mazhab Le Corbusier, Mies van der Rohe, atau dia klasik, atau dia itu nusantara, atau Pancasila. Bukan itu. Tapi, yang menjadi sumber karyanya sebetulnya tidak beda dengan seorang dokter, atau seorang SH, atau seorang presiden. [...] dia mulai dari kehidupan. Kehidupan yang riil. Jadi, bukan mazhab, bukan gaya Jerman atau Kenzo Tange, tapi kehidupan</em>&#8230;(Paparan lisan di Universitas Atmajaya Yogyakarta dalam Erwinthon P. Napitupulu, “Watak dan Warta dari Wastu Mangunwijaya” dalam <em>Penziarahan Panjang Humanisme Mangunwijay</em>a.)</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan baginya ada mendahului apa pun. Kehidupan mendahului konsep-konsep. Dengan demikian, kampung miskin di kali Code tidak membutuhkan estetika dan standar yang sama dengan <em>real estate </em>Bumi Serpong Damai. Berkarya di bantaran sungai itu, ia memperbaiki jalur air, sanitasi, ruang bermain dan ruang publik agar kampung itu dapat dihidupi dengan ramah dan sehat&#8211;tanpa harus menggunakan beton, tembok batu, ataupun bahan-bahan berat lain yang dalam dunia modern ini telah diterima tanpa pertanyaan sebagai bahan standar kelayakan rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, di sini Mangunwijaya justru seorang yang anti-modernis. Modernitas punya kecenderungan menyeragamkan standar peradaban. Seperti sikap pemerintah di masa itu, yang hendak menggusur perumahan di bantaran Code karena menganggapnya tidak layak huni. Bagi Romo Mangun, selama pemerintah tidak bisa menyediakan alternatif yang layak, maka satu-satunya jalan adalah membuat kampung itu menjadi layak huni dengan ketersediaan yang ada. Artinya, dengan ukuran-ukuran yang disediakan oleh situasi setempat. Ukuran yang otentik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan untuk perencanaan bangunan dengan anggaran memadai, ia juga dikenal eksentrik karena menghabiskan porsi untuk ongkos tukang lebih besar daripada untuk belanja material. Ini, tentu saja, perhitungan yang bertentangan dengan ukuran modernitas dan kapitalisme yang menekankan efisiensi biaya. Di sini pun kita melihat keberpihakannya pada manusia, bukan pada benda-benda.</p>
<p style="text-align:justify;">Mangunwijaya menekankan dimensi pertukangan (<em>craftmenship</em>) dalam arsitektur. Kritik keras dan kekecewaannya yang besar dalam pengajaran arsitektur di perguruan tinggi Indonesia menghilangnya kemampuan bertukang dan pengenalan akan material yang otentik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">semoga bermanfaat</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1427&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/16/mencari-jawaban-bagi-kesusastraan-pada-pendekatan-terhadap-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2010 in review</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/13/2010-in-review/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/13/2010-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 00:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[review event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health: The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow. Crunchy numbers About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about 35,000 times in 2010. If it were the Taj [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1419&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here&#8217;s a high level summary of its overall blog health:</p>
<p align="center"><img style="border:1px solid #ddd;background:#f5f5f5;padding:20px;" src="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy5.gif" alt="Healthy blog!" width="250" height="183" /></p>
<p align="center">The <em>Blog-Health-o-Meter™</em> reads Wow.</p>
<h2>Crunchy numbers</h2>
<p><a href="http://ruang17.files.wordpress.com/2010/06/view-festival.jpg"><img style="max-height:230px;float:right;border:1px solid #ddd;background:#fff;margin:0 0 1em 1em;padding:6px;" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2010/06/view-festival.jpg?w=288" alt="Featured image" /></a></p>
<p>About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about <strong>35,000</strong> times in 2010. If it were the Taj Mahal, it would take about 4 days for that many people to see it.</p>
<p>In 2010, there were <strong>92</strong> new posts, not bad for the first year! There were <strong>348</strong> pictures uploaded, taking up a total of 146mb. That&#8217;s about 7 pictures per week.</p>
<p>The busiest day of the year was August 13th with <strong>1,340</strong> views. The most popular post that day was <a style="color:#08c;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/08/08/harta-karun-arsitektur-indonesia/">harta karun arsitektur indonesia</a>.</p>
<h2>Where did they come from?</h2>
<p>The top referring sites in 2010 were <strong>facebook.com</strong>, <strong>mail.yahoo.com</strong>, <strong>architerian.net</strong>, <strong>WordPress Dashboard</strong>, and <strong>id.wordpress.com</strong>.</p>
<p>Some visitors came searching, mostly for <strong>tan tjiang ay</strong>, <strong>adi purnomo</strong>, <strong>sayembara rumah ide</strong>, <strong>ruang17</strong>, and <strong>javaplant</strong>.</p>
<h2>Attractions in 2010</h2>
<p>These are the posts and pages that got the most views in 2010.</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">1</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/08/08/harta-karun-arsitektur-indonesia/">harta karun arsitektur indonesia</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">August 2010</span><br />
7 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">2</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/06/19/juara-1-sayembara-desain-new-museum-kaagedung-merdeka/">Juara 1 Sayembara Desain New Museum KAA/Gedung Merdeka</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">June 2010</span><br />
16 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">3</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/07/21/lomba-desain-seri-rumah-ide-dan-gramedia-pustaka-utama/">Lomba Desain -seri rumah ide dan gramedia pustaka utama-</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">July 2010</span><br />
12 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">4</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/08/10/penggalangan-dana-rumah-buku-achmad-tardiyana/">penggalangan dana rumah buku Achmad Tardiyana</a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">August 2010</span><br />
9 comments</p>
<div style="clear:left;float:left;font-size:24pt;line-height:1em;margin:-5px 10px 20px 0;">5</div>
<p><a style="margin-right:10px;" href="http://ruang17.wordpress.com/2010/04/26/the-temple-by-eko-prawoto/">the Temple </a> <span style="color:#999;font-size:8pt;">April 2010</span><br />
2 comments</p>
<h2>Site Stats</h2>
<p><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/05/13/2010-in-review/stat-ruang17/" rel="attachment wp-att-1424"><img class="aligncenter size-full wp-image-1424" title="stat ruang17" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/05/stat-ruang17.jpg?w=575&#038;h=214" alt="" width="575" height="214" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1419&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/05/13/2010-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s0.wp.com/i/annual-recap/meter-healthy5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Healthy blog!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2010/06/view-festival.jpg?w=288" medium="image">
			<media:title type="html">Featured image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/05/stat-ruang17.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stat ruang17</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>anyaman bambu</title>
		<link>http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/</link>
		<comments>http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 09:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruang17</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruang17.wordpress.com/?p=1378</guid>
		<description><![CDATA[sore hari ketujuh di bulan februari yang cerah, saya menyempatkan datang ke rumah pa apep setelah sebelumnya tertunda hujan yang tak kunjung reda. apa yang menarik dari rumah ini adalah suasana ruang yang akrab dengan lingkungan kampung di sekitar. bukan tanpa alasan, karena rumah ini sendiri menjadi bagian dari lingkungan sekitar sebagai rumah buku atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1378&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7672/" rel="attachment wp-att-1379"><img class="aligncenter size-full wp-image-1379" title="IMG_7672" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7672.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">sore hari ketujuh di bulan februari yang cerah, saya menyempatkan datang ke rumah pa apep setelah sebelumnya tertunda hujan yang tak kunjung reda. apa yang menarik dari rumah ini adalah suasana ruang yang akrab dengan lingkungan kampung di sekitar. bukan tanpa alasan, karena rumah ini sendiri menjadi bagian dari lingkungan sekitar sebagai rumah buku atau lebih dikenal dengan taman baca yang diperuntukkan bagi ibu-ibu dan anak-anak kampung awiligar, sebuah desa di bandung tempat rumah ini berada.</p>
<p style="text-align:justify;">tapi saya tidak akan bercerita bagaimana rumah ini hadir seperti yang telah dipublikasikan oleh majalah-majalah arsitektur. (saya tahu, rumah ini sudah masuk dalam daftar agenda publikasi majalah arsitektur indonesia yang siap terbit dengan harga yang mahal. bagi saya, belum tentu bagi orang kaya.)</p>
<p style="text-align:justify;">selain dari gaya tektonika struktur pada kantiliver yang menyimpang, nakal, tapi indah, yang menarik dari rumah ini  tentu tak lepas dari bilik-bilik anyaman bambu yang menyusun hampir keseluruhan ruang lantai atas rumah. tepatnya; pada ruang keluarga, ruang kerja, dan ruang tidur. udara sekitar yang masih segar akan bebas masuk dan keluar ruangan dari pagi hingga pagi lagi. beberapa debu-debu yang nakal akan tertahan di antara celah-celah bambu.</p>
<p style="text-align:justify;">lalu kenapa bambu? material yang satu ini memang lagi HOT dan NAIK DAUN setelah beberapa pengaplikasian pada bangunan membuktikan keunggulan material ini; efisien, mudah didapat, terjangkau, dan dengan sedikit kreatifitas akan membuat material ini menjadi cantik!. jika avianti armand dalam tulisannya berjudul &#8216;sejenak&#8217; menyebutkan bahwa; &#8221;<em>Dalam waktu singkat, anyaman bambu itu akan usang, dinding-dinding papan itu melapuk, tangga dan kisi-kisi bambu itu akan jadi bubuk</em>&#8221; tak mengapa, jika kelak diganti dengan material bambu yang baru, itu akan membuka kesempatan hadirnya suasana ruang yang berbeda, beragam dan tidak membosankan.</p>
<p style="text-align:justify;">berikut ini adalah proses pembuatan anyaman bambu yang dikreasikan dengan pola anyaman yang cantik sebagai pembentuk dinding juga plafon rumah pak apep. selamat menikmati, semoga bermanfaat. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7658/" rel="attachment wp-att-1380"><img class="aligncenter size-full wp-image-1380" title="IMG_7658" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7658.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7654/" rel="attachment wp-att-1381"><img class="aligncenter size-full wp-image-1381" title="IMG_7654" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7654.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7639/" rel="attachment wp-att-1382"><img class="aligncenter size-full wp-image-1382" title="IMG_7639" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7639.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7650/" rel="attachment wp-att-1383"><img class="aligncenter size-full wp-image-1383" title="IMG_7650" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7650.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7648/" rel="attachment wp-att-1384"><img class="aligncenter size-full wp-image-1384" title="IMG_7648" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7648.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_7665/" rel="attachment wp-att-1385"><img class="aligncenter size-full wp-image-1385" title="IMG_7665" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7665.jpg?w=575&#038;h=322" alt="" width="575" height="322" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_2442/" rel="attachment wp-att-1386"><img class="aligncenter size-full wp-image-1386" title="IMG_2442" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_2442.jpg?w=575&#038;h=766" alt="" width="575" height="766" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/img_2445/" rel="attachment wp-att-1387"><img class="aligncenter size-full wp-image-1387" title="IMG_2445" src="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_2445.jpg?w=575&#038;h=766" alt="" width="575" height="766" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">rasanya kurang jika tidak dilengkapi dengan video proses pembuatan anyaman bambu ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">di bawah ini adalah video yang saya buat untuk melengkapi foto-foto di atas. selamat menonton, dan (lagi-lagi) semoga bermanfaat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/23028531' width='400' height='225' frameborder='0'></iframe></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruang17.wordpress.com/1378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruang17.wordpress.com/1378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruang17.wordpress.com&amp;blog=12849908&amp;post=1378&amp;subd=ruang17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruang17.wordpress.com/2011/04/29/anyaman-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64c966c5485174c8bde55d8381eec102?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ruang17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7672.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7672</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7658.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7658</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7654.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7654</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7639.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7639</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7650.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7650</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7648.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7648</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_7665.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7665</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_2442.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2442</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruang17.files.wordpress.com/2011/04/img_2445.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2445</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
