video presentasi avianti armand -puisi dan arsitektur-

dua juli, bertempat di rumah baca cukang kawung bandung. sebagai satu dari empat presentator acara Diskusi ‘I am Always Stammering!’ Vol.2 – To Be Great (Ghost) Writersavianti armand, membagi presentasinya dalam dua bagian; puisi dan arsitektur. video di bawah ini adalah bagian kedua, yaitu arsitektur yang ditulis dengan bahasa puitis. “tapi kita tidak bisa menulis atau membuat-buat puisi dari bangunan yang memang tak puitis, kita harus lebih kritis, dan kritik juga bisa dengan bahasa yang puitis“, avianti armand menambahkan pada sesi tanya jawab.

di dua slide, dari sekian slide yang ia siapkan, terdapat sebuah puisi yang ditulisnya ketika mengunjungi Kanagawa Institute of Technology Workshop yang didesain  oleh Junya Ishigami. puisinya di bawah ini pernah dimuat di koran tempo.

——–

Apa yang kulihat tentu cuma fatamorgana ketika suatu pagi di musim 

semi, sebuah hutan putih merembes dari pori-pori aspal yang panas. 

Tapi kamu yang tak pernah berdusta menaburkan suara ribuan burung di 

udara untuk membuatku percaya.

“Apa yang kau dengar adalah apa yang kau lihat.”

Tapi aku cuma mendengar 305 hari yang berbeda. Dan jarum jam yang 

menuju ke segala pejuru.

“Apakah kita bicara soal cuaca?”

Kamu mengangguk senang dan mengulurkan tangan melewati dahan-

dahan untuk menangkapi ekor bintang yang melesat lima meter di atas.

“Ini,” katamu, “untuk kau taburkan di sekeliling hutan.”

Maka kita berjalan bersama ke batas di mana semua berakhir. Empat 

puluh tujuh ke kanan, empat puluh enam ke depan, dan kembali lagi, 

sambil menaburkan benih bintang yang segera tumbuh jadi kursi-kursi 

kertas, meja-meja, kembang-kembang dalam pot tanah liat, orang-

orang, dan sebilah sayap pesawat.

“Kita akan merawat semuanya dengan baik.”

Tapi bayangan melenting ke barat, sebelum hujan sempat mendarat. 

Dan kamu tak mau percaya bahwa cerita telah lewat.

“Apakah kita bicara soal cuaca?”

Cuaca adalah sesuatu yang pelik.

Apa yang kulihat tentu cuma fatamorgana ketika awan menghapus 

semua jadi kosong. Tapi kamu yang tak pernah berdusta menangkap 

angin dan menjejalkannya di telingaku. Desaunya: “…dulu… dulu…”

——–

mungkin setelah membaca puisi avianti armand di atas, kita lalu bertanya;  bagaimana sebuah puisi dapat bercerita hal-hal yang justeru tidak bisa ditampilkan melalui foto, bagaimana sebuah kata dapat menyimpan sejuta pesona suasana, tempat, dan arsitektur. video presentasi avianti armand -puisi dan arsitektur- di bawah ini mungkin bisa sedikit banyak menjelaskannya.

selamat memonton, semoga bermanfaat. :-)

About these ads

2 thoughts on “video presentasi avianti armand -puisi dan arsitektur-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s